Kategori: Pengembangan Diri

  • Apakah Impian Anda ?

    Apakah anda penggemar film Korea The Great of Seondeok yang sedang di tayangkan di salah satu TV swasta ? Ratu Seondeok merupakan satu dari tiga Raja wanita yang pernah memerintah di Korea. Cerita ini sangat menarik bagi saya, terutama pada salah satu adegan yang menceritakan motivasi sang cikal bakal ratu memimpin negerinya. Seorang panglima menanyakan pertanyaan yang memang seharusnya dijawab oleh setiap pemimpin yang ada di dunia ini, “Apakah dengan kemarahan yang ada dalam diri anda, anda dapat memimpin negeri ini ? Apa yang membedakan anda dengan Misil (saingan untuk menjadi raja) ?”

    Mendapatkan pertanyaan tiba-tiba ini dan tidak pernah terpikirkan, sang putri terdiam sesaat sebelum memberikan jawaban yang menurut saya sangat bagus.

    “Aku memiliki impian, Panglima. Inilah yang membedakan aku dengan Misil. Misil tidak memiliki impian menjadi raja sehingga ia tidak akan pernah bisa menjadi raja. Aku akan menyatukan ketiga dinasti dibawah pemerintahanku”.

    Impian. Inilah satu kata yang dapat membuat seseorang termotivasi melakukan sesuatu bukan ? Memiliki impian berarti memiliki harapan. Adanya harapan menyebabkan seseorang merasa memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu.

    Bayangkanlah, jika anda sedang dihadapkan pada sebuah penyakit misterius. Menurut dokter harapan sembuh anda adalah 100 % jika anda bisa dan mau mengikuti saran dokter mengenai gaya hidup. Jika dalam kasus ini, si pasien tersebut adalah saya. Saya akan berusaha untuk mati-matian menjaga gaya hidup saya supaya saya dapat hidup lebih lama dan mencapai kesembuhan. Karena saya masih punya impian yang belum terwujud yaitu melihat anak saya tumbuh berkembang dan mendidiknya bersama pasangan saya, memberikan hadiah spesial untuk orangtua saya ketika usia mereka memasuki 60 tahun, serta belajar lebih banyak lagi mengenai parenting dan membantu orangtua lainnya menjadi orangtua yang lebih baik lagi. Untuk saat ini, itulah impian saya.

    Bagaimana dengan impian anda di tahun spesial ini ?

    Apakah anda sudah merancang impian anda ?

    Jika anda telah menyusunnya, Selamat bagi anda.

    Namun jika anda belum menyusunnya, ingat untuk selalu melibatkan pasangan anda ketika merancangnya. Jangan sampai impian anda berbenturan dengan orang terdekat anda ini. Ingat pula untuk memprioritaskan anak-anak dalam merancang impian anda. Masa depan mereka sangat mempengaruhi masa depan anda lho !

    Berkaitan dengan pengasuhan anak, impian tiap orangtua terhadap anak-anak mereka pastilah tidak jauh dari kebaikan bukan ? Setiap orangtua memiliki impian melihat anaknya sukses dalam kehidupan dewasanya. Ini merupakan impian umum dan wajar dalam diri tiap orangtua. Nah, yang kurang diperhatikan adalah proses mencapai impian tersebut.

    Ada orangtua yang sangat ambisius sehingga merasa bahwa dirinya yang paling mengetahui kebutuhan anaknya dan tahu yang terbaik bagi anak-anak mereka. Dampaknya, mereka kurang mendengarkan kebutuhan anak meraka. Ketika anak mereka menunjukkan perilaku menyimpang sebagai akibat pemberontakan kecil mereka, anak-anak malang tersebut dituduh telah berubah menjadi anak nakal. Padahal, anak-anak menjadi nakal bukan karena bawaan lahir Ved a spille pa spilleautomater pa mobilen vil du ha adgang til underholdning uansett nar du skulle onske det. namun lebih karena bentukan lingkungan.

    Ada orangtua yang merasa bahwa alamlah yang membentuk anak untuk sukses di masa depan. Orangtua jenis ini menyerahkan sepenuhnya kepada anak untuk menentukan apa yang terbaik bagi dirinya. Bagaimana mungkin anak yang sedang bertumbuh sudah mengetahui apa yang terbaik bagi dirinya ? Justru, pilihan untuk memilih apa yang terbaik bagi dirinya merupakan proses pendidikan dan pengenalan diri yang intens.

    So, para orangtua pembelajar, dalam membantu anak-anak anda mencapai impian anda dalam diri mereka dan impian diri mereka sendiri, kita perlu belajar bagaimana menangani proses menuju ke sana. Saya memiliki pengalaman tentang pengasuhan anak yang terkadang membuat saya geli jika mengingatnya.

    Sudah menjadi kebiasaan umum, jika seorang anak lahir di tengah sebuah keluarga, tiap anggota keluarga anda tiba-tiba menjadi berlomba-lomba untuk memberikan saran terbaik mengenai pengasuhan anak bahkan terkadang tidak masuk akal. Misalnya : tiap sudut gelap di kamar anak diberi garam, supaya setan-setannya pergi. Atau telapak kaki anak diberi kunir supaya tidak kemasukan roh. Jangan sering digendong, nanti menjadi kebiasaan. Jadwal penyusuan dibentuk ya, supaya anak tidak seenaknya sendiri minta makan terus.

    Sebagai orangtua baru, saya menjadi kebingungan dengan banyaknya informasi yang datang bertubi-tubi tersebut. saya menjadi takut untuk melakukan sesuatu karena takut salah. Sungguh suatu situasi yang tidak mengenakkan ketika kita menghadapi sesuatu yang baru tapi tidak memiliki pengetahuan tentang itu.

    Untunglah, saya diselamatkan oleh suami saya. Beliau mengatakan bahwa sayalah yang harus memutuskan apa yang terbaik bagi anak kami. Oleh sebab itu, saya perlu banyak belajar mengenai perbayian. Beliau mendukung saya dengan menyediakan beragam alat belajar dan buku-buku mengenai parenting, Sekarang, setahun sejak itu, saya menikmati hasil pembelajaran saya. Penanganan anak menjadi sangat mudah untuk saya.

    Nah, para orangtua pembelajar, yuk kita mulai merencanakan impian kita dan belajar bagaimana proses pencapaiannya. Anda dapat belajar melalui website ini. Kami membangun website ini memang untuk membantu para orangtua untuk dapat menjadi orangtua yang lebih baik lagi. Di sini kami menyediakan beragam cara belajar untuk para orangtua yang supersibuk. Mulai dari program audio, buku, newsletter, seminar hingga kursus online melalui internet yang sangat fleksibel tergantung pada waktu dan gaya anda.

    Untuk permulaan, mari kita berbagi impian dan cara anda mencapainya di forum ini. Bagikan impian anda dan cara yang anda tempuh di kolom bawah ini sehingga dapat menginspirasi orangtua lainnya juga.

    Salam hangat penuh cinta untuk Anda sekeluarga.
    Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog.

  • Mendaur Ulang Keyakinan Negatif: Membangun Logika Baru untuk Sukses dari Belief Negatif

    SekolahOrangtua.com mengucapkan “Selamat Idul Fitri 1429 H, mohon maaf lahir dan batin”

    Sebagai kado Lebaran kali ini saya menuliskan sebuah artikel yang akan sangat berguna untuk menyongsong lembaran baru kehidupan Anda. Marilah kita sama-sama memanfaatkan momen yang bagus ini untuk mempersiapkan diri mengalami perubahan diri.Menjadi individu yang lebih baik, menjadi pasangan yang lebih baik, dan menjadi orangtua yang lebih baik serta menjadi sahabat yang lebih baik.

    Pernahkah Anda mendengar seseorang mengatakan “Hmmm tampaknya saya tak mampu menjadi agen asuransi yang baik, buktinya sudah dua bulan ini target tak tercapai” atau mungkin sebagai orangtua Anda pernah mengatakan dalam hati “Ahh, mendidik anak memang sulit, buktinya mereka sulit sekali menurut sama saya tapi kalau sama orang lain lebih menurut” dan masih banyak belief negatif lainnya.

    Semua belief negatif tadi seakan-akan sangat logis karena didukung oleh serangkaian bukti nyata yang memperkuat hal tersebut. Dan begitu kita meyakinkan diri kita dengan serangkaian fakta tersebut maka hal tersebut menjadi sebuah program yang makin memperkuat belief negatif kita. Belief tersebut menancap makin dalam di  pikiran bawah sadar kita.
    Satu pertanyaan yang akan menggelitik kita semua : jika pikiran bawah sadar kita bisa diyakinkan menerima belief negatif dengan sebuah fakta nyata yang logis mungkinkah kita melakukan hal yang sama untuk belief positif?

    Jawabannya tentu bisa ! Bagaimana caranya? Sederhana saja. Kita tinggal mengurutkan proses logika berpikir kita dan kemudian dengan kekuatan self talk yang terjadi selama proses mengurutkan belief tersebut maka kita akan menembus homeostasis dan psikosklerosis perlahan namun pasti.

    Kunci sukses untuk melakukan hal ini adalah menuliskannya dengan sungguh-sungguh dan bekerja dengan kejernihan pikiran. Tuliskan saja apa yang muncul di pikiran dalam satu kalimat singkat dan padat dan ikuti saja langkahnya. Saya sering menggunakan teknik ini untuk membantu diri saya sendiri dan ratusan anak beserta orangtuanya dengan sukses dalam ruang terapi maupun dalam sebuah pelatihan. Tentunya settingnya agak berbeda sedikit jika saya melakukannya dalam ruang terapi namun intinya tetaplah sama.

    Baik marilah kita mulai 7 langkah super melogikakan belief  negatif  dan mengubahnya menjadi roket pendorong sukses.
    ?    Langkah 1 : Tuliskan satu impian Anda yang penting dan bayangkan impian tersebut telah tercapai. Tuliskan bagaimana perasaan Anda saat membayangkan impian tersebut telah tercapai.
    Contoh : saya merasa berharga dan gembira luar biasa  dengan keberhasilan saya menjadi seorang terapis keluarga
    Sekarang giliran Anda : Saya merasa …………………………………

    ?    Langkah 2 : Nyatakan keinginan terdalam Anda berkaitan dengan impian tersebut
    Contoh : saya memiliki keinginan terdalam untuk membantu banyak keluarga menjadi lebih baik dengan apa yang saya alami dan pelajari
    Sekarang giliran Anda : saya memiliki keinginan terdalam untuk …………………………

    ?    Langkah 3 : Nyatakan belief negatif yang Anda rasaka menghambat dalam kaitannya untuk mencapai impian tersebut
    Contoh : Belief negatif yang menghambat saya adalah pekerjaan itu  menyita waktu saya dengan keluarga
    Sekarang giliran Anda : Belief negatif yang menghambat saya adalah …………………….

    ?     Langkah 4 : Nyatakan lawan dari belief negatif yang tertulis di langkah 3
    Contoh : Keluarga saya ingin saya bahagia dan mendukung saya mencapai impian saya
    Sekarang giliran Anda : …………………………………….

    ?    Langkah 5 : Nyatakan apa yang membuat Anda merasakan hidup ini akan terisi penuh. Inilah yang akan menjadi tujuan Anda
    Contoh : Saya merasa hidup ini akan terisi penuh saat saya membuat sebuah pelatihan sistematis untuk mengajarkan bagaimana membangun keluarga yang sukses, bahagia dan makmur jasmani dan rohani
    Sekarang giliran Anda : Saya merasa hidup ini akan terisi penuh saat saya ……………………

    ?    Langkah 6 : Nyatakan fakta yang tak bisa dipungkiri yang mendukung tujuan Anda
    Contoh : Suatu fakta nyata bahwa banyak keluarga tak bahagia karena permasalahan yang mereka hadapi  yang membutuhkan bantuan agar menjadi lebih baik
    Sekarang giliran Anda : Suatu fakta nyata bahwa ……………………………….

    ?    Langkah 7 : Inilah langkah penutup yang membangun logika baru untuk hidup Anda. Langkah ini membuat Anda telah menentukan suatu alur baru dalam kehidupan. Dan begitu sebuah alur baru dibuat dalam pikiran bawah sadar  maka ia akan mewujudkannya. Tuliskan alur baru kehidupan Anda dengan mengikuti format berikut :
    Jika : Saya memiliki keinginan terdalam untuk ………………(ambil pernyataan di Langkah 2)
    Dan : Saya merasa hidup ini akan terisi penuh saat saya …………. (ambil pernyataan di Langkah 5)
    Dan : Adalah suatu fakta nyata bahwa ……………… (ambil pernyataan di Langkah 6)
    Maka:  Adalah sangat masuk akal jika ……………….   (ambil pernyataan di Langkah 4)
    Kesimpulan ……………………………………….

    Jika menggunakan contoh di atas maka logikanya menjadi sebagai berikut :
    Jika : Saya memiliki keinginan terdalam untuk membantu banyak keluarga menjadi lebih baik dengan apa yang saya alami dan pelajari
    Dan : Saya merasa hidup ini akan terisi penuh saat saya membuat sebuah pelatihan sistematis untuk mengajarkan bagaimana membangun keluarga yang sukses, bahagia dan makmur jasmani dan rohani
    Dan : Adalah suatu fakta nyata bahwa banyak keluarga tak bahagia karena permasalahan yang mereka hadapi  yang membutuhkan bantuan agar menjadi lebih baik
    Maka:  Adalah sangat masuk akal jika keluarga saya ingin saya bahagia dan mendukung saya mencapai impian saya
    Kesimpulan : Saya memiliki apapun yang perlukan untuk mewujudkan impian saya termasuk juga keluarga yang mendukung penuh.

    Mudah bukan? Saya harap semuanya menjadi sangat jelas  karena saya berusaha menuliskan apa yang saya lakukan dalam sesi terapi dan konseling sedetail mungkin walaupun bahasa tubuh ketika saya menanyakan hal tersebut pada klien tak bisa saya gambarkan dengan detail.  Namun saya percaya bahwa jika Anda melakukannya dengan sungguh-sungguh maka Anda akan mencapai suatu pencerahan baru dalam satu bagian hidup Anda.

    Terima kasih telah mengijinkan saya menjadi satu bagian dari kesuksesan, kebahagiaan dan kemakmuran hidup Anda. Saya ikut merasakan kebahagiaan Anda.
    Salam hangat penuh cinta untuk Anda sekeluarga

    Ariesandi S.

    www.ariesandi.com

  • What is The Greatest Power in Human Behaviour?

    91023_169.jpgSepasang suami istri duduk di ruangan saya dengan raut wajah yang tegang. Mereka telah menikah selama sembilan tahun dan hendak memutuskan untuk melakukan perceraian. Namun masih ada setetes embun di hati mereka yang membuat mereka menemui saya. “Jika tak mengingat dua anak yang menjadi tanggung jawab  maka saya akan langsung putuskan untuk meninggalkan suami saya” demikian istrinya berkata pada saya.

    “Sebenarnya adakah hal positif yang ada pada diri suami Anda?” tanya saya pada sang istri. ”Hmmm ….. ya sebenarnya dia itu sabar dan baik. Dia mengurus banyak hal tanpa pernah mengeluh. Satu-satunya hal yang sering dia keluhkan adalah kecerewetan saya. Namun dia seringkali menyinggung perasaan saya. Saya adalah tulang punggung ekonomi keluarga. Saya sih tidak masalah dengan hal itu. Marilah kita sama-sama berbagi tugas sembari menunggu usahanya maju. Namun tindakannya yang menyinggung perasaan saya seringkali membuat saya muak dan benar-benar tak tahan. Dia tak pernah menghargai apa pun yang telah saya lakukan. Saya telah membanting tulang memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Bagaimanapun  juga saya seorang wanita yang ingin merawat diri saya sendiri, ingin jalan-jalan ke mall dengan santai walaupun tak berbelanja, ataupun ingin bermanja-manja dengannya. Namun setelah semua pekerjaan yang telah saya lakukan saya tak pernah mendapatkan hal yang saya dambakan itu. Saya benci tidak bisa menjadi diri saya sendiri. Setiap kali dia meminta maaf maka saya akan memaafkannya. Namun kata-kata maaf itu seakan menjadi kata kunci untuk kesalahannya. Dia terus mengulanginya lagi. Sampai kapan saya tak tahu. Saya jenuh menunggu perubahan yang ia janjikan. Perubahan dirinya maupun perubahan kondisi finansial kami. Saya bosan dengan janji-janjinya! Lebih baik kami berpisah saja!”, demikian semua kalimat itu meluncur deras tanpa bisa dibendung.

    ”Oke saya mengerti perasaan Anda. Bagaimana dengan anak-anak?” tanya saya. ”Itulah satu hal yang memberatkan saya. Saya tidak ingin anak saya mengalami kejadian yang tak menyenangkan. Saya tak ingin anak-anak saya memiliki orangtua yang bercerai. Tapi saya sudah tak kuat lagi!”, katanya sambil menguraikan air mata.

    Beberapa saat setelah ia mulai bisa menenangkan diri maka saya berbicara dengan suaminya. ”Apa yang bisa saya bantu?” tanya saya pada suaminya. ”Ya itulah saya ini bingung. Saya selama ini tidak melakukan hal-hal yang aneh. Saya tidak main perempuan, saya tidak berjudi, saya tidak pernah keluar dengan teman-teman saya, bahkan merokok saja pun saya tidak suka. Sehari-hari saya hanya mengurus anak-anak. Dari mulai memandikan, memberi makan, mengantarnya sekolah, menjemputnya, mengajaknya main, dan menemani belajar.  Namun setelah itu semua saya lakukan yang saya dapatkan adalah sikap uring-uringan dari istri tanpa sebab yang jelas. Saya pun tak ingin menjalani kondisi finansial seperti ini. Namun apa mau dikata semua usaha yang saya lakukan belum membuahkan hasil seperti yang kami harapkan”, demikian kata suaminya dengan wajah memelas.

    ”Menurut Bapak apakah keluhan istri Anda yang mengatakan bahwa ia sering tersinggung dengan sikap Bapak itu benar?”, tanya saya berusaha mengklarifikasi data yang ada. ”Sejujurnya saya terkadang tak pernah merasa menyinggung perasaannya. Tapi jika meminta maaf bisa meredakan hal itu maka saya akan lakukan. Saya harus bagaimana lagi?”,sambungnya dengan nada masih memelas.

    ”Tapi sikapmu itu memang sering menyinggung perasaanku!”, tiba-tiba istrinya memotong dengan sikap sinis. ”Sebentar Ibu sabar dulu”, demikian saya berusaha menengahi mereka.

    ”Saya sudah sabar bertahun-tahun tanpa hasil. Sikapnya yang merasa tak bersalah inilah yang sering memicu saya untuk marah! Kondisi keuangan kami sudah memprihatinkan namun ia tak pernah melakukan usaha lebih keras demi kemajuan. Setelah mengantar anak sekolah ia pulang ke rumah dan tidur sampai siang!”, kata istrinya benar-benar seperti air bah yang tak bisa dibendung.

    ”Lalu saya harus melakukan apa. Semuanya kan tergantung pelanggan saya. Saya tak bisa memaksa mereka untuk melakukan pesanan jika mereka memang tak membutuhkannya, kan?”, kata suaminya berusaha membela diri. ”Baiklah mulai sekarang Anda berdua hanya boleh bicara jika saya tanya, oke?”, kata saya mengambil kendali situasi yang tak menentu tersebut.

    Setelah melakukan wawancara dengan keduanya saya pun mulai mendapatkan gambaran tentang apa yang bisa saya lakukan untuk membantu keduanya. Singkat cerita saya membantu mereka sebanyak tiga sesi terapi setelah menemukan akar masalahnya.

    Permasalahan mereka sebenarnya adalah muatan emosi masa lalu yang terus dibawa-bawa. Muatan emosi negatif itu terpicu ketika seseorang melakukan hal yang mirip dengan pertama kali muatan emosi itu muncul dari sebuah pemaknaan.

    Sang istri mudah sekali merasa tersinggung jika idenya ditolak. Bahkan untuk ide keluar makan malam yang ditolak pun ia bisa merasa tersinggung berat. Ia merasa harga dirinya direndahkan. Ia tahu bahwa marah tak menyelesaikan masalah. Namun setiap kali ia berusaha menahan rasa marahnya maka ia semakin ingin meledak. Dan akhirnya …….. meledak juga!

    Hal ini bermula dari kejadian ketika sang istri, yang waktu itu masih seorang anak 5 tahun, disalahkan dan dimarahi oleh kakaknya. Rasa jengkel dan marah itu masih mengganjal dan dibawa terus sampai dewasa. Akibatnya ia mudah sekali merasa tersinggung. Jika dengan orang lain maka ia bisa menahan emosi negatif tersebut. Namun ketika sampai di rumah dan suami atau anak-anak . melakukan satu hal kecil saja yang bisa memicu memori tersebut maka tumpukan emosi negatif yang sudah menggunung tersebut akan langsung meledak tanpa ampun.

    Ia tahu bahwa harusnya ia tak boleh seperti itu. Hal itu bisa merugikan perkembangan anak-anaknya. Namun keinginannya untuk berubah tak pernah kunjung kesampaian. Baginya perubahan itu terasa sangat sulit dan memakan waktu cukup lama.

    Masalah yang dialami pasangan di atas adalah salah satu dari sekian banyak masalah yang bisa kita jumpai sehari-hari. Banyak sekali pasangan yang datang meminta bantuan saya mengalami hal seperti itu. Muatan emosi negatif yang tak terselesaikan di masa kecil menjadi beban yang terus dibawa sampai di kehidupan dewasa. Efek dari muatan emosi negatif tersebut bisa dirasakan di semua aspek kehidupan – aspek relasi dengan pasangan, relasi dengan anak, kondisi finansial, pekerjaan di kantor, bisnis  dan bahkan kesehatan.

    Di samping itu ada sebuah kekuatan / daya lain yang tak kalah kuatnya yang menyebabkan perubahan perilaku susah dilakukan. Daya ini adalah ”homeostasis”. Yes, the greatest power in human behaviour is homeostasis. Homeostasis adalah suatu daya yang berusaha mengembalikan kita pada kondisi semula. Jika kita bicara perilaku manusia maka daya ini adalah musuh nomor satu dari perubahan. Setiap orang yang ingin berubah dan setiap terapis yang membantu kliennya untuk berubah harus bisa menghadapi homeostasis.

    Ini seperti anda menarik sebuah karet gelang. Ada sebuah daya yang kasat mata yang menahan gerakan anda untuk meregangkan karet gelang tersebut. Itulah perubahan. Setiap kali kita ingin berubah maka kita merasa tak nyaman. Kita ingin kembali ke kondisi semula.

    Pernahkah anda menemui seseorang yang mengeluhkan rekan kantornya yang brengsek, sistem manajemen kantor yang tidak bagus dan atasan yang semena-mena? Namun ia tetap bekerja di sana sampai bertahun-tahun kemudian. Ia tak berani keluar dari zona tersebut. Baginya walaupun merasa tak nyaman namun satu hal yang sudah pasti : ketidaknyamanan tersebut sudah bisa diukurnya. Daripada menghadapi resiko ketidaknyamanan yang lebih parah di tempat baru maka lebih baik di tempat lama.

    Itulah homeostasis. Daya ini sangat luar biasa. Bekerja di pikiran bawah sadar. Setiap keinginan sadar kita untuk berubah mendapat tantangan yang besar. Bagaimanapun juga ada satu alasan positif yang didapat jika kita tidak berubah. Karena alasan inilah maka homeostasis ada. Hanya saja ini tidak sinkron dengan keinginan sadar kita.

    Tantangan setiap terapis  adalah membantu kliennya menyinkronkan program pikiran bawah sadar dan pikiran sadar. Jika ini bisa dilakukan maka perubahan adalah hal yang sangat mudah.

    Satu hal yang perlu diingat adalah homeostasis ada di setiap level pencapaian kita. Ketika kita keluar dari sebuah habit lama dan masuk ke habit baru maka segera setelah itu kita masuk dalam sebuah zona kenyamanan yang baru. Zona ini menjadi tantangan lagi bagi perbaikan lebih lanjut.

    Pada anak-anak homeostasis ini tidak terlalu kuat. Semakin kecil usia seorang anak maka semakin lemahlah daya ini. Daya ini berkembang seiring dengam berkembangnya pikiran kritis seorang anak. Saat pikiran kritis berkembang maka setiap perubahan yang akan terjadi harus melalui inspeksi oleh pikiran kritis. Ini seperti saat kita diminta memasukkan barang bawaan kita ke mesin infra merah bila kita ingin check in di bandar udara.

    Saat sesuatu bisa diterima pikiran kritis maka informasi untuk perubahan itu dituntun masuk ke memori jangka panjang dalam pikiran bawah sadar. Jika informasi tak sesuai atau bisa menyakitkan diri kita  maka pikiran kritis akan menolaknya dan perubahan tak akan terjadi. Ingatlah bahwa perubahan ke arah yang baik pun memerlukan usaha dan ini bisa dipandang menyakitkan oleh pikiran bawah sadar yang selalu ingin berniat melindungi kita. Oleh karena itu homeostasis ini begitu kuat.

    Salah satu cara mudah untuk mengatasinya adalah dengan bertanya pada diri kita sendiri ,”Seandainya ada hal yang lebih baik lagi bisa saya lakukan untuk ……………. (menjadi lebih sabar, menjadi lebih bisa memahami diri sendiri, mengerjakan pekerjaan saya lebih baik atau apapaun) bagaimanakah saya bisa melakukannya?” Pertanyaan ini akan menuntun kita mengalami perubahan kecil-kecil yang tak akan terasa menyakitkan sehingga lama-lama perubahan kecil ini pun akan menjadi besar. Ini adalah sebuah prinsip yang terkenal dengan sebutan kaizen di Jepang. Ya betul hal yang sama dialami oleh banyak perusahaan untuk mengajak para karyawannya berubah. Mengetahui rahasia menaklukkan homestasis akan mengakibatkan unjuk kerja tinggi.

    Apakah ada cara lain? Tentu ada. Kita akan membahasnya bersama di artikel berikutnya.

    Semoga inspirasi ini bisa mencerahkan para orangtua di seluruh Indonesia. Menurut Anda siapakah di antara rekan, sahabat atau sanak famili  tercinta yang patut mendapatkan informasi tentang manfaat sekolahorangtua.com? Kapankah Anda bersedia  mereferensikan sekolahorangtua.com pada mereka agar  juga dapat memetik manfaat dari artikel-artikel sekolahorangtua.com demi peningkatan dirinya? Terima kasih atas kebaikan hati Anda mau menjadi sambungan tangan saya untuk menyentuh hidup lebih banyak keluarga di Indonesia.

    Salam hangat penuh cinta untuk Anda sekeluarga

    Ariesandi (www.sekolahorangtua.com)