Apakah Impian Anda ?

Apakah anda penggemar film Korea The Great of Seondeok yang sedang di tayangkan di salah satu TV swasta ? Ratu Seondeok merupakan satu dari tiga Raja wanita yang pernah memerintah di Korea. Cerita ini sangat menarik bagi saya, terutama pada salah satu adegan yang menceritakan motivasi sang cikal bakal ratu memimpin negerinya. Seorang panglima menanyakan pertanyaan yang memang seharusnya dijawab oleh setiap pemimpin yang ada di dunia ini, “Apakah dengan kemarahan yang ada dalam diri anda, anda dapat memimpin negeri ini ? Apa yang membedakan anda dengan Misil (saingan untuk menjadi raja) ?”

Mendapatkan pertanyaan tiba-tiba ini dan tidak pernah terpikirkan, sang putri terdiam sesaat sebelum memberikan jawaban yang menurut saya sangat bagus.

“Aku memiliki impian, Panglima. Inilah yang membedakan aku dengan Misil. Misil tidak memiliki impian menjadi raja sehingga ia tidak akan pernah bisa menjadi raja. Aku akan menyatukan ketiga dinasti dibawah pemerintahanku”.

Impian. Inilah satu kata yang dapat membuat seseorang termotivasi melakukan sesuatu bukan ? Memiliki impian berarti memiliki harapan. Adanya harapan menyebabkan seseorang merasa memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu.

Bayangkanlah, jika anda sedang dihadapkan pada sebuah penyakit misterius. Menurut dokter harapan sembuh anda adalah 100 % jika anda bisa dan mau mengikuti saran dokter mengenai gaya hidup. Jika dalam kasus ini, si pasien tersebut adalah saya. Saya akan berusaha untuk mati-matian menjaga gaya hidup saya supaya saya dapat hidup lebih lama dan mencapai kesembuhan. Karena saya masih punya impian yang belum terwujud yaitu melihat anak saya tumbuh berkembang dan mendidiknya bersama pasangan saya, memberikan hadiah spesial untuk orangtua saya ketika usia mereka memasuki 60 tahun, serta belajar lebih banyak lagi mengenai parenting dan membantu orangtua lainnya menjadi orangtua yang lebih baik lagi. Untuk saat ini, itulah impian saya.

Bagaimana dengan impian anda di tahun spesial ini ?

Apakah anda sudah merancang impian anda ?

Jika anda telah menyusunnya, Selamat bagi anda.

Namun jika anda belum menyusunnya, ingat untuk selalu melibatkan pasangan anda ketika merancangnya. Jangan sampai impian anda berbenturan dengan orang terdekat anda ini. Ingat pula untuk memprioritaskan anak-anak dalam merancang impian anda. Masa depan mereka sangat mempengaruhi masa depan anda lho !

Berkaitan dengan pengasuhan anak, impian tiap orangtua terhadap anak-anak mereka pastilah tidak jauh dari kebaikan bukan ? Setiap orangtua memiliki impian melihat anaknya sukses dalam kehidupan dewasanya. Ini merupakan impian umum dan wajar dalam diri tiap orangtua. Nah, yang kurang diperhatikan adalah proses mencapai impian tersebut.

Ada orangtua yang sangat ambisius sehingga merasa bahwa dirinya yang paling mengetahui kebutuhan anaknya dan tahu yang terbaik bagi anak-anak mereka. Dampaknya, mereka kurang mendengarkan kebutuhan anak meraka. Ketika anak mereka menunjukkan perilaku menyimpang sebagai akibat pemberontakan kecil mereka, anak-anak malang tersebut dituduh telah berubah menjadi anak nakal. Padahal, anak-anak menjadi nakal bukan karena bawaan lahir Ved a spille pa spilleautomater pa mobilen vil du ha adgang til underholdning uansett nar du skulle onske det. namun lebih karena bentukan lingkungan.

Ada orangtua yang merasa bahwa alamlah yang membentuk anak untuk sukses di masa depan. Orangtua jenis ini menyerahkan sepenuhnya kepada anak untuk menentukan apa yang terbaik bagi dirinya. Bagaimana mungkin anak yang sedang bertumbuh sudah mengetahui apa yang terbaik bagi dirinya ? Justru, pilihan untuk memilih apa yang terbaik bagi dirinya merupakan proses pendidikan dan pengenalan diri yang intens.

So, para orangtua pembelajar, dalam membantu anak-anak anda mencapai impian anda dalam diri mereka dan impian diri mereka sendiri, kita perlu belajar bagaimana menangani proses menuju ke sana. Saya memiliki pengalaman tentang pengasuhan anak yang terkadang membuat saya geli jika mengingatnya.

Sudah menjadi kebiasaan umum, jika seorang anak lahir di tengah sebuah keluarga, tiap anggota keluarga anda tiba-tiba menjadi berlomba-lomba untuk memberikan saran terbaik mengenai pengasuhan anak bahkan terkadang tidak masuk akal. Misalnya : tiap sudut gelap di kamar anak diberi garam, supaya setan-setannya pergi. Atau telapak kaki anak diberi kunir supaya tidak kemasukan roh. Jangan sering digendong, nanti menjadi kebiasaan. Jadwal penyusuan dibentuk ya, supaya anak tidak seenaknya sendiri minta makan terus.

Sebagai orangtua baru, saya menjadi kebingungan dengan banyaknya informasi yang datang bertubi-tubi tersebut. saya menjadi takut untuk melakukan sesuatu karena takut salah. Sungguh suatu situasi yang tidak mengenakkan ketika kita menghadapi sesuatu yang baru tapi tidak memiliki pengetahuan tentang itu.

Untunglah, saya diselamatkan oleh suami saya. Beliau mengatakan bahwa sayalah yang harus memutuskan apa yang terbaik bagi anak kami. Oleh sebab itu, saya perlu banyak belajar mengenai perbayian. Beliau mendukung saya dengan menyediakan beragam alat belajar dan buku-buku mengenai parenting, Sekarang, setahun sejak itu, saya menikmati hasil pembelajaran saya. Penanganan anak menjadi sangat mudah untuk saya.

Nah, para orangtua pembelajar, yuk kita mulai merencanakan impian kita dan belajar bagaimana proses pencapaiannya. Anda dapat belajar melalui website ini. Kami membangun website ini memang untuk membantu para orangtua untuk dapat menjadi orangtua yang lebih baik lagi. Di sini kami menyediakan beragam cara belajar untuk para orangtua yang supersibuk. Mulai dari program audio, buku, newsletter, seminar hingga kursus online melalui internet yang sangat fleksibel tergantung pada waktu dan gaya anda.

Untuk permulaan, mari kita berbagi impian dan cara anda mencapainya di forum ini. Bagikan impian anda dan cara yang anda tempuh di kolom bawah ini sehingga dapat menginspirasi orangtua lainnya juga.

Salam hangat penuh cinta untuk Anda sekeluarga.
Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog.

26 thoughts on “Apakah Impian Anda ?”

  1. lesti junirawati

    saya setujy sekali dengan pendapat ibu, saya memiliki impian sejak usia remaja, impian saya tidak muluk2 amat, impian seorang remaja putri ingin mempunyai anak yg manis dan lucu, saya merasa Tuhan sangat mengasihi saya, saya tidak pernah meminta lebih, saya hanya meminta semua rencana saya berjalan sesuai kehendak dan rencana Tuhan…dan sayapun sangat2 sadar akan pentingnya menjaga kesehatan seluruh keluarga, agar kami dpt menikmati kesenangan hidup bersama-sama…..
    Tapi ibu, ada sedikit masalah yang mengganggu saya, karena saya mendampingi ibu ( 70th), sepertinya ibu menyesali keadaan di masa lalu yg kurang maksimal mendampingi anak2nya, ibu terpuruk dlm penyesalannya, hingga mengorbankan keadaannya, kesehatannya, dan beliau tidak menerima saran dan motivasi saya, sehingga akhirnya saya biarkan saja apa maunya, ibu menolak berkumpul dengan anak cucunya, karena sulit menyesuaikan diri ( ibu mempunyai kebiasaan2 yg kurang baik/jorok-maaf)…..saya sdh sarankan utk bersosial, juga tidak mau….keadaan ibu sangat membebani pikiran saya, yg kebetulan hanya saya yg tinggal satu kota, saudara2 berada jauh di luar kota

  2. Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog.

    Halo Ibu Lesti Junirawati,
    Betul sekali langkah ibu dalam menjaga kesehatan keluarga karena apalah arti umur panjang tanpa kesehatan prima.

    Orangtua saya juga pernah mengalami hal serupa dengan ibu yaitu memiliki orangtua yang kurang bisa bergaul dan hidup di dunianya sendiri.
    Jika kita berhadapan dengan orang yang telah berumur, tidak ada yang bisa kita lakukan selain yang muda yang mengalah. Selain dari segi kesehatan dan kognitif yang tidak seprima saat muda, mereka juga memang kurang mampu melakukan perubahan untuk beradaptasi.
    Dengan keadaan ibu (orangtua ibu Lesti) yang demikian, saya bisa memahami rasa tertekan dalam diri ibu.

    Yang bisa ibu lakukan adalah mencari kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh ibu anda. Ada 3 kebutuhan dasar tiap manusia yaitu kebutuhan untuk dihargai, kebutuhan untuk mengendalikan dan kebutuhan rasa aman. Selain itu, ibu juga perlu mengisi tangki cinta dari orangtua anda. Deteksilah bahasa kasih ibu anda dan Gunakan untuk mengisinya.
    JIka ibu melakukannya, saya yakin orangtua anda akan sedikit lebih merasa bahagia ditengah-tengah “perasaan menderita” yang dirasakannya.

    Hanya untuk sharing saja. Saat nenek saya wafat 2 tahun yang lalu, yang diingatnya saat detik-detik kepergiannya hanyalah ayah saya, ibu saya, bibi saya yang terkecil dan pembantu saya (padahal beliau memiliki total 11 anak). Karena hanya ke 4 orang inilah yang sabar menghadapi kepikunan nenek saya.

    Salam hangat penuh cinta untuk Orangtua Anda dan Ibu Lesti

  3. Saya senang sekali setelah joint di sekolah orangtua karena banyak sekali manfaat yang saya dapat.Yang akan saya tanyakan kalau ingin bertemu muka dengan ibu sandra atau Bapk aries untuk sharing, lokasi di Jakarta dimana?
    Thx

  4. Sandra Mungliandi, M.Psi., Psikolog.

    Salam kenal Ibu Foni,

    Sayang sekali, kami berdomisili di Surabaya. Tapi jika kami sedang mengadakan event di Jakarta, kita bisa saling bertemu untuk sharing. Atau jika ibu sedang ada jadwal ke Surabaya, ibu dapat mengunjungi Kantor Sekolah Orangtua.

    Salam hangat untuk Ibu Foni sekeluarga.

  5. senang sekali bisa membaca artikel-artikel anda, semoga lebih bermanfaat bagi orang banyak dan para orang tua juga dapat cepat menyadari segala perlakuan-perlakuan yang dapat merugikan anak ke depan,
    salam kami sekeluarga
    sandy lembang

  6. Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog.

    Ibu Foni yang baik.

    Kami akan mengadakan event di Jakarta yaitu Super Family Class pada bulan 24-25 April. Untuk info selengkapnya, ibu dapat menghubungi cs SO.

    Salam hangat untuk ibu

  7. Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog.

    Hallo Sandy di Lembang,

    Kami juga turut senang jika artikel kami bisa menginspirasi para orangtua untuk menjadi orangtua yang lebih baik lagi di hari esok.

    Salam Hangat penuh cinta untuk Anda sekeluarga

  8. madaniyah isfandriati

    Alhamdulillah bisa bergabung dan belajar banyak dari tulisan2 ibu,terimakasih banyak.Kami orangtua yang sedang belajar memahami ketiga putra yang kebetulan dua diantaranya ikut program homescholling.Sejak mereka ikut program ini rumah serasa menyenangkan dan kami banyak belajar dari referensi buku dan internet.Semoga langkah2 ibu dimudahkan untuk kemajuan orangtua agar lebih bijak dalam mendidik anak.terimakasih

  9. Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog.

    Terima kasih atas kepercayaan ibu terhadap saya dan Sekolah Orangtua.
    Saya merasa mendapatkan amanah yang harus saya jaga sebaik-baiknya.
    Doakan kami selalu ibu, supaya kami selalu semangat belajar dan membagikan pengetahuan pengasuhan yang kami peroleh.

    Titip salam sayang untuk ke tiga jagoan ibu ya.

  10. Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog.

    Dear ibu Madaniyah Isfandriati

    Terima kasih atas kepercayaan ibu terhadap saya dan Sekolah Orangtua.
    Saya merasa mendapatkan amanah yang harus saya jaga sebaik-baiknya.
    Doakan kami selalu ibu, supaya kami selalu semangat belajar dan membagikan pengetahuan pengasuhan yang kami peroleh.

    Titip salam sayang untuk ke tiga jagoan ibu ya.

  11. terima kasih bu atas artikelnya yang sangat menggugah jiwa saya. kebetulan saya seorang ibu tunggal yang masih belajar menjadi orangtua baik untuk putra saya. melalui forum ini saya banyak belajar

  12. Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog.

    Halo ibu Estie,

    Terima kasih atas penghargaan ibu terhadap tulisan saya.
    Doakan saya untuk selalu meniru semangat ibu dalam belajar menjadi orangtua yang lebih baik bagi putra-putri kita.

    Salam sayang untuk anda dan putra ibu.

  13. Emilia Ohoiwutun

    Terima kasih Ibu…atas artikelnya….saya bersyukur bisa bergabung dengan Sekolah Orangtua.
    saya mempunyai seorang anak laki-laki berusia 5 tahun,(sudah duduk dibangku TK ) anak saya ini termasuk anak yang aktif (tidak bisa diam, ada saja yang ia lakukan) menurut gurunya, disekolah ia kadang bersikap acuh tak acuh pada apa yang dikatakan oleh gurunya, dan dia lebih tertarik pada sesuatu yang berkaitan dengan motorik kasarnya, sedangkan yang berhubungan dengan motorik halusnya, kurang ia minati (seperti menulis dan mewarnai), pertanyaan saya adalah : bagaimana saya harus membentuk dia (untuk seimbang dalam motorik kasar dan halus), sehingga ia bisa beradaptasi dengan lingkungannya (mengingat ia juga suka acuh tak acuh) sehingga nantinya, saya tidak salah dalam mengarahkan dan membantuk pribadinya….mohon tanggapan dari Ibu, terima kasih…

  14. Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog.

    Ibu Emilia yang baik,

    Anak laki-laki memang lebih terlambat dalam mengembangkan kemampuan motorik halusnya, namun lebih bagus di motorik kasar. Memang tidak semua anak laki mengalami hal ini. Hal ini berkaitan dengan kematangan otak anak laki-laki yang lebih lambat dibandingkan dengan anak perempuan. Informasi lebih detil, ibu bisa mendengarkan di CD audio Sekolah Orangtua yaitu Perbedaan Membesarkan Anak Perempuan dan Laki-laki.

    Melatih motorik halus tidak harus melulu dengan kegiatan menulis dan mewarnai. Karena putra ibu belum tertarik dengan kegiatan paper n pencil maka proses pelatihannya perlu lebih kreatif lagi. Ibu bisa menggunakan media apapun yang memungkinkan anak untuk menggerakkan jari jemarinya. Misalnya : menggunakan media pasir, tepung atau beras untuk menulis. Letakkan bahan di atas baki kemudian minta anak untuk menulis beberapa huruf, angka atau menggambar diatasnya.
    Contoh lain, anak bisa diajak untuk membantu itu di dapur. misalnya beri anak bahan-bahan seperti kacang hijau, kacang atau beras, kemudian minta anak untuk menyendokkannya dari mangkuk satu ke mangkuk lainnya. Atau ajak saja anak memasak (untuk kegiatan satu ini, perlu perhatian ekstra). JIka ibu akan menyendokkan gula, minta anak untuk membantu menyendok. Jika ibu memasak kacang panjang, minta anak untuk memetikkannya dengan tangan hingga kecil-kecil.

    Semoga sedikit saran diatas bisa membantu putra ibu mengembangkan motorik halusnya tanpa ia sadari.
    Titip salam sayang untuk si kecil ya

  15. salam sejahtera Sekolahorangtua.com,

    saya pengen tanya nih, adakah kegiatan sekolah orangtua di Banjarmasin?

    terimakasih

  16. Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog.

    Halo Wimby,

    Untuk sementara ini, kami belum ada jadwal untuk kegiatan di Banjarmasih.
    Namun, dengan senang hati kami akan mengatur jadwal kembali, jika Banjarmasin berkenan mengundang Sekolah Orangtua untuk mengadakan kegiatan di sana,

    Salam hangat penuh cinta untuk Wimby

  17. selamat malam sekolahorangtua.com
    saya mempunyai 3 orang anak, putra pertama saya berusia 14 tahun dan duduk di kelas 2 smp, putra kedua saya berusia 10tahun dan duduk di kelas 5 sd, dan putri ketiaga saya berusia 6 tahun masih duduk di bangku tk besar.
    saya mempinyai permasalahan dengan putra pertama saya. disekolah dia mempunyai genk bersama dengan ke 6 temannya. semua guru disekolah nya mengeluhkan tentang kelakuan mereka. mereka seperti tidak mempunyai sopan santun.seenaknya saja saat di dalam kelas ataupun di lingkungan sekolahnya. kami ke 6 orang tua dipanggil untuk menghadap guru, dan kami ber 6 mengeluhkan hal yang sama, emosi anak yang sangat tidak stabil dan pemarah, ditegur sedikit saja langsung marah-marah.
    saya sangat kecewa setiap mendapat laporan tentang kelakuan anak saya. saya dan suami juga keluarga besar kami tidak pernah berlaku tidak sopan dan kurang ajar, dan kami selalu menekankan anak2 untuk selalu berkelakuan santun. saya dan papanya selalu menasehati dia, tapi setelah dinasehati dia hanya berubah baik sesaat dan kemudian hari kembali berkelakuan tidak sopan dan selalu emosi. dia sangat pemarah sekali, saya tidak mengerti kenapa dia bisa jadi pemarah begitu. tapi disatu sisi para gurunya salut juga pada dia, karena setiap dia berbuat salah dan setelah dia ditegur, dia tidak segan2 untuk meminta maaf.
    saya mohon bantuan para pembimbing di sekolah orang tua untuk memberi saya solusi terbaik bagaimana menghadapi anak saya ini. sebelumnya saya haturkan terima kasih.

  18. selamat malam sekolahorangtua.com
    saya mempunyai 3 orang anak, putra pertama saya berusia 14 tahun dan duduk di kelas 2 smp, putra kedua saya berusia 10tahun dan duduk di kelas 5 sd, dan putri ketiaga saya berusia 6 tahun masih duduk di bangku tk besar.
    saya mempinyai permasalahan dengan putra pertama saya. disekolah dia mempunyai genk bersama dengan ke 6 temannya. semua guru disekolah nya mengeluhkan tentang kelakuan mereka. mereka seperti tidak mempunyai sopan santun.seenaknya saja saat di dalam kelas ataupun di lingkungan sekolahnya. kami ke 6 orang tua dipanggil untuk menghadap guru, dan kami ber 6 mengeluhkan hal yang sama, emosi anak yang sangat tidak stabil dan pemarah, ditegur sedikit saja langsung marah-marah.
    saya sangat kecewa setiap mendapat laporan tentang kelakuan anak saya. saya dan suami juga keluarga besar kami tidak pernah berlaku tidak sopan dan kurang ajar, dan kami selalu menekankan anak2 untuk selalu berkelakuan santun. saya dan papanya selalu menasehati dia, tapi setelah dinasehati dia hanya berubah baik sesaat dan kemudian hari kembali berkelakuan tidak sopan dan selalu emosi. dia sangat pemarah sekali, saya tidak mengerti kenapa dia bisa jadi pemarah begitu. tapi disatu sisi para gurunya salut juga pada dia, karena setiap dia berbuat salah dan setelah dia ditegur, dia tidak segan2 untuk meminta maaf.
    saya mohon bantuan para pembimbing di sekolah orang tua untuk memberi saya solusi terbaik bagaimana menghadapi anak saya ini. sebelumnya saya haturkan terima kasih.

  19. Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog.

    Selamat malam ibu Irene,

    Masalah anak pertama ibu merupakan masalah yang memang biasanya terjadi di usia remaja. Tampaknya, anak ibu sedang mengalami konflik di dalam diri mengenai benar dan salah. Ia juga merasa bingung bagaimana harus mengekspresikan keberadaan diri dengan cara adaptif (artinya akan menjadi orang biasa-biasa dan penurut saja) atau menjadi orang terkenal (walaupun dengan cara yang negatif). Intinya, ia sedang berusaha menyusun jati dirinya yang sesungguhnya.

    Solusinya sangat klasik ibu, pengertian, komunikasi dan kesabaran. Hanya saja, ketika berhadapan dengan remaja, kita membutuhkan trik komunikasi yang berbeda dengan masa sebelumnya. Ibu bisa membaca buku Bapak Ariesandi, Rahasia mendidik anak agar sukses dan bahagia atau mengikuti online class sekolah orangtua.

    Selamat belajar.

  20. selamat malam bu Sandra…
    terima kasih bu,atas komentarnya.saya telah membeli buku yang ibu sarankan, dan saya sedang membacanya.
    oya bu, bagaimanacaranya saya bisa ikut online class sekolah org tua itu bu???
    terima kasih sebelumnya…

  21. Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog.

    Halo Ibu Irene,

    Senang sekali dengan semangat ibu Irene untuk menjadi orangtua yang lebih baik bagi putra ibu.

    Ibu dapat mengunjungi web http://www.class.sekolahorangtua.com. Sebelum ibu mengikuti full online class ini, ibu dapat mengikuti trialnya dulu selama 2 minggu, Jika ibu merasa membutuhkan materi SFC, ibu dapat meneruskan menjadi anggota tetap.

    Sistem pengajarannya dibagi menjadi 2 yaitu online dan offline class. Offline class dimaksudkan untuk penyamaan persepsi dan mengajarkan secara garis besar mengenai keluarga. Ada 2 hari pertemuan tatap muka ini. Yang terdekat adalah jadwal di Jakarta pada tanggal 24-25 April 2010. Untuk Surabaya, tanggal 15-16 Mei 2010 dan Semarang 19-20 Juni 2010.
    Acara akan dimulai pukul 08.00-17.00. Jika ibu ingin mendaftar kelas tatap muka ini, Ibu dapat menghubungi Kantor Sekolah Orangtua 031 594.1439, atau 031 71559997 di hari dan jam kerja.

    Tetap semangat ya ibu !

  22. selamat siang,
    permasalahan saya mirip dgn ibu irene, anak saya umur 9 th, laki2, sangat sulit mengontrol emosinya. Dia mudah sekali marah apalagi kalau keinginannya tidak dituruti. Tidak sabaran, berani melawan orangtua. Tapi kebalikannya, kalau di luar rumah (di sekolah, tempat les) dia adalah anak penurut. Kepada orang yg tidak dia kenal dia segan.
    sekarang saya sudah kewalahan & tidak tau lagi bagaimana menghadapinya. Tiap hari selalu saja ada “pertengkaran”.
    Saya sebenarnya sangat ingin mengikuti super family class, tapi selalu terjadi kendala waktu. Selain itu, dgn sifat anak saya yg tidak terduga emosinya, saya tidak berani menitipkan dia ke orangtua saya, krn dia juga berani melawan kakek neneknya.
    saya skrg ingin membeli paket Emotion Mastery for Parents, apakah bisa dgn mempelajari materi dari paket tersebut bisa membantu masalah yg saya hadapi? Ini sebagai langkah pertama saya sebelum saya bisa ikut Super Family Class.
    saya mohon bantuan Bapak/Ibu dari sekolah orangtua.
    Terima kasih.

    Wanni

  23. Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog.

    Halo ibu Oei Wan Ni,

    Permasalahan yang dihadapi oleh anak ibu berkaitan dengan rasa amannya dan komunikasi dengan ibu sebagai orangtuanya. Pengalaman berinteraksi dengan ayah, ibu, kakek dan neneknya menyebabkan anak membentuk sebuah persepsi tertentu terhadap anda. Persepsi inilah yang membuat anak bertingkah laku berkebalikan antara di rumah dan di luar rumah.

    Belajar melalui paket emotion mastery juga dapat membantu ibu untuk memperbaiki proses interaksi dengan anak. Proses belajar ibu akan semakin lengkap dengan mengikuti SFC karena ibu juga akan diajarkan untuk membuat sistem keluarga yang tepat dan baik.

    Selamat belajar ya ibu.
    Terus semangat untuk memberikan yang terbaik untuk putra putri ibu.

  24. Ibu Sandra Yth,
    terima kasih banyak untuk penjelasan yg ibu berikan. Saya akan mencoba mengatur waktu untuk bisa ikut SFC. Kalaupun belum bisa ikut saya akan mulai dulu dengan paketnya.
    salam,
    wanni

  25. Dear Ibu sandra.
    Saya seorang mahasiswa.
    Akhir-akhir ini saya bawaannya kesal dengan orang tua saya khususnya mama saya.
    Saya memiliki beberapa impian yg mungkin sangat berbeda dengan orang seumuran saya. Impian saya yaitu ingin menjadi pengusaha, memiliki bisnis sendiri.
    Sejak 2 tahun lalu saya memang sudah mencoba menjalankan bisnis, walaupun blm ada yg berhasil.
    Namun mama saya selalu menyuruh saya menjadi seorang PNS Karena mama saya menganggap klo jadi PNS itu aman dan saya dengan tegas menolaknya., saya tetap kuat dengan impian saya menjadi pengusaha besar. Sehingga hal itu membuat saya kesal dan emosi.
    Apalagi setiap saya keluar rumah selain untuk kuliah, saya selalu ditanya2 dan jika untuk urusan bisnis mereka pasti marah. Saya seperti tidak dipercaya.
    Mama membandingkan saya dengan teman2 rumah saya, klo saya normal2 aja spt teman2 yg lain, Kuliah yg bener lulus trus kerja.
    hal itu membuat saya semakin kesal.
    Kadang ortu saya membangga2kan spupu2 saya yg pintar dan berhasil dlm dunia kerja, dan menyuruh saya seperti mereka. Namun saya hanya bilang klo saya ga ada bangga2nya sama mereka dan akhirnya terjadi perdebatan.
    Padahal kalau diluar saya termasuk orang yg pendiam.
    Saya berpikir bahwa orang tua saya menganggap saya seperti robot, yg harus mengikuti apa yg dia mau.
    Walaupun mereka tidak suka dengan apa yg saya impikan, saya akan tetap mengejar dan mencapainya.
    Maaf kalau kata2 saya ada yg menyinggung, ini hanya ungkapan hati seorang anak.
    Terima kasih.

  26. Sandra Mungliandi M Psi., Psikolog.

    Hai Rafli,

    Saya bangga membaca tulisan kamu. Jarang sekali ada anak muda yang memiliki pemikiran untuk memiliki usaha sendiri karena kebanyakan mahasiswa sekarang penginnya menjadi karyawan. Makanya suami saya mempelopori mata kuliah wirausaha di kampus tempat beliau mengajar karena topik ini sangat penting bagi mahasiswa.
    Saya mendukung keinginan kamu untuk menjadi tuan atas penghasilan kamu bukan menjadi bawahan.

    Memang kita akan mengalami kesulitan ketika berhadapan dengan orang yang telah memiliki sudut pandang yang berbeda dengan kita. Mungkin mama sudah saatnya berganti kacamata persepsi bahwa menjadi pengusaha di usia muda sangat pasti mungkin terjadi dan menjadi PNS sudah gak up to date lagi. Salah alat yang dapat digunakan untuk mengedukasi mama adalah acara di trans TV : mengenal anak negeri sendiri (kalau tidak salah ingat). ceritanya mengenai mahasiswa yang bekerja sampingan sebagai pengusaha. Salah satu acara yang saya lihat waktu itu, ada mahasiswa yang menjadi pengusaha ikan, ada yang kontraktor. Yang pengusaha ikan sudah mendapatkan penghargaan, kalau tidak salah dari bank Mandiri sebagai pengusaha muda yang sukses. Coba kamu browsing, cari-cari informasi mengenai pengusaha yang sukses di usia muda.
    Belum berhasil hanyalah masalah waktu. si Pengusaha ikan itu, sudah gagal berkali-kali bahkan sampai pinjam sertifikat rumah karyawannya supaya dapat tambahan modal. Gigih memang anak muda satu itu.

    Maju terus ya Rafli.

Comments are closed.