Parenting

Setiap Anak Memiliki Talentanya

“Kamu ini malu-maluin…. Nilaimu selalu buruk. Dasar tidak berguna!”, salah seorang Ibu mengumpat saking kesalnya kepada anaknya, yang nilai akademisnya kurang sesuai dengan yang ia harapkan. Ia sudah berusaha sekuat tenaga agar anaknya bisa menyamai teman-temannya, hingga ia lupa bahwa anaknya memiliki talenta lain yang sangat potensial untuk dikembangkan, yaitu menari.

Para Orangtua, terkadang mata kita menjadi buta ketika orientasi keberhasilan yang kita tetapkan untuk anak-anak kita hanyalah keberhasilan akademis.

“Ya setidaknya sama lah dengan yang lain”, salah seorang Bapak memberikan alasan. Coba simak sebuah pengalaman berikut.

Seorang mahasiswa Jurusan Teknik Elektro di sebuah Perguruan Tinggi merasa kewalahan dengan mata kuliah yang digelutinya. Ia merasa telah salah memilih jurusan. Ayahnya mengetahui kegundahan anaknya. Ia tahu bahwa anak memiliki ketertarikan bermain keyboard. Ia pernah memperhatikan anaknya ketika anaknya masih di Sekolah Dasar, betapa anaknya terpesona oleh permainan keyboard salah seorang anak yang kebetulan tampil dalam sebuah acara yang dihadiri olehnya dan keluarganya.

Namun, anaknya tidak pernah mengungkapkan keinginan itu padanya. Dan akhirnya ia pun melupakannya. “Jon, apakah kamu ingin les piano atau sejenisnya?”, Tanya Bapak tersebut kepada anaknya yang sudah menjadi mahasiswa. Sang anak sangat terkejut. Ia telah memendam keinginan tersebut sangat lama, sejak masih duduk di bangku SD.

“Bapak mau membelikanmu piano atau keyboard, asal kamu bisa menyelesaikan kuliahmu dengan baik”, lanjut Sang Bapak. Dengan penuh gembira, mahasiswa tersebut menyanggupi syarat yang diajukan oleh Sang Bapak. Demikianlah, setelah ia dibelikan sebuah keyboard, mengikuti kursus, dan bisa memainkan keyboardnya, secara signifikan nilai-nilai semua mata kuliah pun membaik. Dan, ia pun bisa lulus dengan nilai yang baik pula. Bahkan, ia bisa mencari uang untuk membantu membiayai kuliahnya, dengan keyboardnya.

Galilah talenta anak-anak Anda. Boleh jadi, ketika talenta tersebut berkembang, saat itu pula potensi lainnya ikut berkembang. Karena, kegembiraan adalah sumber energi bagi seorang anak untuk mengembangkan segala potensi yang ada padanya.

Video berikut ini menggambarkan betapa seorang anak yang pada awalnya dianggap pecundang, pada akhirnya justru menjadi motivator bagi temannya untuk melakukan hal sebagaimana dirinya. Selamat menyimak

Related Articles

Back to top button