Ibu, aku mencintaimu!

Para orangtua tercinta dimana pun Anda berada,

Ada seorang sahabat mengirimkan sebuah artikel pada saya. Saya tak tahu siapa penulis asli artikel ini. Namun artikel ini sangat bernilai tinggi. Melalui situs ini saya mohon ijin untuk memuat artikel tersebut dan sekaligus mengucapkan beribu terima kasih karena telah menulis sebuah artikel yang inspiratif, sebuah artikel yang menyentuh hidup banyak orang sehingga mereka bisa menghidupkan kehidupan lainnya. Saya yakin kita semua mendapatkan pencerahan, penguatan, kepercayaan, kekuatan dan keyakinan yang lebih teguh lagi untuk dapat menjadi orangtua yang terbaik bagi anak-anak kita.

Marilah kita renungi bersama setiap kata-kata penuh makna di bawah ini :

Bagi yang beruntung masih mempunyai ibu, ini indah
Bagi yang sudah tidak punya, ini lebih indah lagi
Bagi para ibu, Anda akan mencintainya

Sang ibu muda, melangkahkan kakinya di jalan kehidupan.
‘Apakah jalannya jauh?’ tanyanya.
Pemandunya menjawab: ‘Ya, dan jalannya berat.
Kamu akan jadi tua sebelum mencapai akhir perjalanan ini…
Tapi akhirnya lebih bagus dari pada awalnya.’

Tetapi ibu muda itu sedang bahagia. Ia tidak percaya bahwa akan ada yang lebih baik daripada tahun-tahun ini.
Karena itu dia main dengan anak-anaknya, mengumpulkan bunga-bunga untuk mereka  sepanjang jalan dan memandikan mereka di aliran sungai yang jernih.
Mata hari bersinar atas mereka. Dan ibu muda itu berseru:  ‘Tak ada yang bisa lebih indah daripada ini.’

Lalu malam tiba bersama badai.
Jalannya gelap, anak-anak gemetar ketakutan.
Ibu itu memeluk mereka dan menyelimuti mereka dengan mantelnya.
Anak-anak itu berkata: ‘Ibu, kami tidak takut, karena ibu ada dekat kami. Tak ada yang dapat menyakiti kami.’

Dan fajar menjelang. Ada bukit menjulang di depan mereka. Anak-anak memanjat dan menjadi lelah. Ibunya juga lelah. Tetapi ia terus berkata kepada anak-anaknya: ‘Sabar sedikit lagi, kita hampir sampai.’

Demikianlah anak-anak itu memanjat terus.
Saat sampai di puncak, mereka berkata: ‘Ibu, kami tak mungkin melakukannya tanpa ibu.’

Dan sang ibu, saat ia berbaring malam hari dan menatap bintang-bintang, berkata:
‘Hari ini lebih baik dari pada yang lalu. Karena anak-anakku sudah belajar daya tahan menghadapi beban hidup. Kemarin malam aku memberi mereka keberanian. Hari ini aku memberi mereka kekuatan.’

Keesokan harinya, ada awan aneh yang menggelapkan bumi.
Awan perang, kebencian dan kejahatan.
Anak-anak itu meraba-raba dan tersandung-sandung dalam gelap.
Ibunya berkata: ‘Lihat keatas. Arahkan matamu kepada sinar.’
Anak-anak menengadah dan melihat diatas awan-awan ada kemuliaan abadi yang menuntun mereka melalui kegelapan.
Dan malam harinya ibu itu berkata: ‘Ini hari yang terbaik. Karena saya sudah memperlihatkan Sang Pencipta kepada anak-anakku’

Hari berganti minggu, bulan, dan tahun.
Ibu itu menjadi tua, dia kecil dan bungkuk.
Tetapi anak-anaknya tinggi dan kuat dan berjalan dengan gagah berani.
Saat jalannya sulit, mereka membopongnya; karena ia seringan bulu.
Akhirnya mereka sampai ke sebuah bukit. Dan di kejauhan mereka melihat sebuah jalan yang bersinar dan pintu gerbang emas terbuka lebar.
Ibu berkata: ‘Saya sudah sampai pada akhir perjalananku. Dan sekarang aku tahu, akhir ini lebih baik dari pada awalnya.
Karena anak-anakku dapat berjalan sendiri dan anak-anak mereka ada di belakang mereka.’

Dan anak-anaknya menjawab: “Ibu selalu akan berjalan bersama kami… Meski ibu sudah pergi melewati pintu gerbang itu.’

Mereka berdiri, melihat ibu mereka berjalan sendiri…  dan pintu gerbang itu menutup sesudah ia lewat.
Dan mereka berkata: “Kita tak dapat melihat ibu lagi. Tetapi dia masih bersama kita. Ibu seperti ibu kita, lebih dari sekedar kenangan. Ia senantiasa hadir dan hidup.’

Ibumu selalu bersamamu….
Ia adalah bisikan daun saat kau berjalan di jalan
Ia adalah bau pengharum di kaus kakimu yang baru dicuci
Dialah tangan sejuk di keningmu saat engkau sakit.
Ibumu hidup dalam tawa candamu.
Ia terkristal dalam tiap tetes air mata.
Dia lah tempat engkau datang, dia rumah pertamamu.
Dia adalah peta yang kau ikuti pada tiap langkahmu

Ia adalah cinta pertama dan patah hati pertamamu.
Tak ada di dunia yang dapat memisahkan kalian.

Tidak waktu, ruang, bahkan tidak juga kematian!

Para orangtua tercinta dimanapun Anda berada, saya ingin mengingatkan diri saya sendiri dan mungkin juga Anda.

Jika  Anda masih bisa menikmati kehadiran ibu di tengah-tengah kita marilah sekarang kita meneleponnya, menjemputnya dan menyapanya untuk menyampaikan terima kasih kita padanya.

Jika  Anda sudah tidak bersama ibu lagi, marilah panjatkan doa yang tulus untuknya.

Dan bagi para suami yang membaca artikel ini, marilah  datangi istri kita  dan mengucapkan terima kasih atas cintanya pada kita, atas apapun yang telah ia lakukan untuk kita dan anak-anak.

Marilah kita mendukung para ibu untuk menjalankan misi mulianya.

Semoga tulisan sederhana ini mendekatkan kembali para pasangan, mengobarkan kembali semangat para ibu untuk menjadi yang terbaik bagi suami dan anak-anaknya dan menyemangati para suami untuk menjadi yang terbaik bagi istri dan anak-anaknya.

Salam hangat penuh cinta dari saya, Ariesandi.

Informasi workshop “The Secret of Super Parenting” bisa Anda baca selengkapnya di bagian lain situs ini.

16 thoughts on “Ibu, aku mencintaimu!”

  1. ass,,
    saya ingin meminta izin bapak,saya ingin meminjam sebagian data dari artikel ini untuk dipakai sebagai contoh artikel pada tugas saya.
    trims…wass,,

  2. Begitu bermakna…
    kalau diijinkan saya mau menampilkan sebagaian kutipan di teemapt saya..
    matur nuwun…

  3. cerita yang bagus. berusaha untuk menjadi seperti tokoh ibu. sayang tidak pernah merasakan perasaan seperti tokoh anak kepada sang ibu. bukan karena tidak memiliki. tapi karena betul2 tidak pernah merasa seperti itu

  4. air mataku menetes saat membaca tulisan ini. MasyaAlloh ternyata aku msh diijinkan untuk menangis..
    thanks p.aries

  5. Luar biasa…………..tak terbendung rasa haru dan pilu saat membacanya. Memberi kekuatan HEBAT mengingat jalanku msh panjang dan memberi kerinduan HEBAT untuk ibundaku terkasih yang senantiasa ada bersamaku….Terima kasih atas artikel indah ini!!

  6. Trim P.Aris. energi baru untuk sy, untuk lebih ikhlas dalam mencinta 3 amanah yg Allah titipkan. juga mmbangkitkan kerinduan tiada tara untuk ibu sy tercinta, baktiku untukmu ibu, trim bnyak sdh mengantarkanku untuk bisa tulus menjadi ibu bagi cucumu

  7. Artikel yg bagus pak aries, selalu mengingatkan kita akan pengorbanan seorang ibu dan kecintaannya terhadap orang-orang yang disayangi

  8. sangat inspiratif dan menyentuh… mberikan energi baru pd kita smua para ibu u lebih ikhlas dan sabar dlm m’asuh amanah yg telah Allah anugrahkn kpd kita. Ijin share ya..Trmksh.

  9. bagus sekali artikelnya,mengingatkan sy pd sosok ibu sy yg telah tiada,21 thn yang lalu, tp kenangan bersama ibu tetap ada hingga saat ini.ibu aku mencintaimu,moga engkau mendapat surganya.

  10. Deeply touched my heart… Nice. Saya mohon ijin untuk dapat membaginya dengan teman-2 saya. Terima kasih, Pak Aries…

  11. Saya bersyukur sekali ada kesempatan membaca artikel ini, SUBHANALLAH …………. INDAHnya………. saya menulis ini sambil berlinang air mata. saya bersyukur masih punya ibu dan saya sekarang menjadi ibu muda yang harus ingat…. untuk mendidik anak sekuat ibu saya Trimsk

  12. cukuplah artikel ini mewakili seluruh training parenting yg ribuan jumlahnya… memang cinta tidak dapat dilatihkan sedangkan cinta adalah unsur paling esensial dalam membesarkan anak..Dengan cinta semua bisa kita tahankan dan melahirkan kreatifitas yg luar biasa..

  13. “The women is the heart of the home,let’s pray that We Women realize the reason of our existence:To love and be loved and through this love become instruments of peace in the world”…..
    terimakasih atas pencerahannya…ini membuat saya bersyukur terlahirkan menjadi seorang wanita dan saat ini telah menjadi seorang ibu….

  14. “The women is the heart of the home,let’s pray that We Women realize the reason of our existence:To love and be loved and through this love become instruments of peace in the world”…..~mother Theresa~
    terimakasih atas pencerahannya…ini membuat saya bersyukur terlahirkan menjadi seorang wanita dan saat ini telah menjadi seorang ibu….

Comments are closed.