Saya rasa sebagai orangtua, tidak ada yang ingin anaknya saat dewasa nanti hidupnya jadi sengsara, tidak punya uang, banyak hutang atau memiliki kesulitan keuangan. Tetapi anehnya apa yang dilakukan atau yang tidak dilakukan oleh 80% orangtua saat ini, secara tidak sadar mengkondisikan anaknya saat dewasa nanti jadi sengsara, banyak hutang atau kesulitan keuangan lainnya. Tidak percaya ? Baca baik-baik penjelasan di bawah ini karena mungkin inilah yang bisa membuat Anda sadar dan mulai melakukan sesuatu untuk kondisi keuangan anak anda.
Data statistik selama 10 tahun terakhir ini menunjukkan telah terjadi penurunan drastis pada jumlah uang yang ditabung oleh masyarakat. Dan sebaliknya, selama 10 tahun terakhir ini, terjadi peningkatan drastis pada jumlah pengeluaran dan hutang pribadi. Sebenarnya kita tidak perlu tahu tentang data / statistik ini untuk mengetahui telah terjadi perubahan perilaku dari segi kebiasaan pengeluaran dan menabung. Kita cukup mengamati perilaku orangtua atau kakek kita dan bandingkan dengan diri kita. Kebanyakan orang akan setuju bahwa orangtua atau kakek kita menyimpan atau menabung uang lebih banyak dan lebih sedikit pengeluaran. Sedangkan kita yang hidup di jaman teknologi dan serba cepat ini, kok rasanya berkebalikan, menyimpan uang lebih sedikit dan pengeluaran lebih banyak, betul tidak ?
Setiap kita melihat TV, majalah, koran atau ke Mall / Plaza, kita dibombardir dengan iklan atau tawaran menarik yang semuanya ingin membuat kita mengeluarkan dompet. Belum lagi ke plaza / mall manapun saat ini, kita ditawari Kartu Ajaib dimana kita bisa belanja tanpa harus mengeluarkan uang langsung, bayarnya bisa nunda 45 hari atau bahkan di cicil saja, sesuatu yang tidak bisa dibayangkan oleh generasi sebelumnya. Anda tahu kartu ajaib itu ? Itulah Kartu Kredit, gratis biaya tahunan lagi, mana tahan. langsung saja Anda daftar untuk mendapatkannya.
Yang tidak Anda mengerti adalah semua iklan dan semua tawaran kartu kredit mendidik Anda untuk mempunyai perilaku konsumtif. Awalnya mungkin Anda belanja sesuai dengan kebutuhan, tetapi karena terus dibombardir iklan dan tawaran menarik yang mendidik perilaku konsumtif, Anda mulai tergiur juga dan pelan-pelan secara tidak sadar pengeluaran Anda mulai meningkat. Secara tidak sadar, Anda mulai mengeluh pendapatan Anda tidak cukup dan Anda mulai merasa program cicilan 6 bulan dengan bunga 0% dari kartu kredit jadi menarik. Dan tidak lama kemudian, Anda baru sadar bahwa pengeluaran Anda lebih besar daripada pendapatan Anda dan sekarang Anda mempunyai hutang yang setiap bulannya berbunga !! Bukan uang, tapi hutangnya yang berbunga !!
Perasaan tertekan dan stress mulai timbul. Karena belanja selama ini memberikan suatu perasaan senang, saat Anda merasa stress, dorongan untuk belanja / beli sesuatu semakin kuat, karena Anda mencari suatu perasaan senang kan dalam hidup. Anda mulai berpikir bahwa solusi terhadap permasalahan Anda adalah dengan menghasilkan uang lebih banyak. Anda membayangkan “Kalau saja saja punya penghasilkan dua kali lipat dari sekarang, pasti permasalahan keluarangan ini selesai”. Beberapa diantara Anda pernah mengalami hal seperti ini dan saat penghasilan Anda meningkat, pengeluaran Anda juga meningkat pula sehingga Anda tetap tidak keluar dari kesulitan keuangan Anda. Aneh ya ? Ini tidak aneh, karena Anda tidak sendirian. Baca nasib beberapa orang terkenal yang menghasilkan sangat banyak ini :
- Toni Braxton adalah seorang penyanyi top penerima Grammy Award, seorang bintang pop yang menghasilkan puluhan juta dollar (setara dengan ratusan Milyar Rupiah) dalam karirnya. Belum lama ini mengajukan permohonan pailit / bangkrut karena keinginan tidak terkontrol dalam membeli banyak perhiasan dan pakaian bulu.
- Burt Reynolds adalah seorang aktor film terkenal di jaman tahun 70 an dan 80 an, mengalami pailit / bangkrut pada pertengahan tahun 90 an. Dan saat ini mulai membangun kembali karir dan kondisi finansialnya.
- Joe Louis adalah salah satu juara kelas berat terkenal sepanjang masa dan menghasilkan jutaan dollar dalam karirnya. Dia meninggal dalam kondisi bangkrut.
- Mike Tyson adalah salah satu juara dunia kelas berat terkenal di era 90 an. Kebiasaannya dalam mengeluarkan uang membawa dirinya mengalami kebangkrutan, pikiran stres dan tertekan dan akhirnya sempat masuk penjara.
Dan masih banyak contoh lain yang bisa disebutkan. Tetapi saya harap Anda bisa mengerti bahwa bukan jumlah uang yang Anda hasilkan yang akan menentukan apakah Anda akan memiliki sukses secara finansial.
Nah jika Anda merasa sebagai seorang dewasa yang merasa kurang memiliki kontrol diri tentang pengeluaran, sering membeli barang karena keinginan sesaat, membelanjakan lebih banyak daripada pendapatan dan bahkan memiliki hutang yang berbunga karena perilaku konsumtif Anda, kira-kira apa yang dipelajari anak Anda (jika anda punya anak tentu saja) tentang uang ? Anak belajar dari mengamati orangtuanya, bukan dari nasehat atau ucapan orangtuanya. Sehingga masuk akal kan, bila anak dari mengamati orangtuanya, belajar atau percaya bahwa tujuan memiliki uang adalah untuk dibelanjakan atau untuk dihabiskan ? atau anak belajar bahwa membeli sesuatu memberikan kebahagiaan ? Karena anak sering melihat orangtuanya tampak senang dan bahagia setelah membeli sesuatu baik itu baju, produk elektronik atau barang konsumtif lainnya. Sehingga masuk akal kan bila akhirnya anak tersebut juga ingin bahagia atau senang dengan cara belanja / membeli sesuatu ? Dan akhirnya anak akan mengulangi lagi kehidupan orangtua nya yang tertekan karena permasalahan keuangan.
Inilah yang saya maksud di awal tulisan ini, banyak orangtua secara tidak sadar bahwa perilakunya mengkondisikan anaknya saat dewasa nanti jadi sengsara, banyak hutang atau kesulitan keuangan lainnya karena anak tidak dididik untuk memiliki kebiasaan yang benar mengenai uang atau dengan kata lain, anak tidak dididik untuk memiliki kecerdasan keuangan.
SekolahOrangtua memasukan aspek keuangan dalam pendidikan dan pengajarannya karena kami merasa uang adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia dan orangtua mempunyai peranan yang sangat penting dalam membentuk masa depan keuangan anak. Ikuti terus pembelajaran keuangan dari SekolahOrangtua dimana Anda akan belajar hal-hal berikut :
- Mengapa apa yang dilakukan dengan uang Anda lebih penting daripada jumlah yang Anda hasilkan ?
- Bagaimana cara mendidik anak agar mempunyai kebiasaan menabung sejak kecil ?
- Bagaimana cara mendidik anak kita mempunyai kebiasaan membeli sesuatu dengan bijaksana ?
- Apakah anak perlu diberi jatah uang belanja atau tidak ya ?
- Bagaimana caranya membuat anak kita menjadi Milyarder saat dewasa nanti dan memiliki kemampuan untuk mengelolanya dengan hanya menabung Rp 20.000 per hari ?
- Dan masih banyak lagi.
Tulisan ini memang bertujuan memberikan Anda sebagai orangtua kesadaran tentang pentingnya memberikan kecerdasan keuangan ke anak. Tulisan-tulisan saya berikutnya akan menjelaskan lebih detil, apa dan bagaimana mendidik kecerdasan keuangan ke anak. Semoga bermanfaat.
salam,
S u k a r t o
Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya !
Yth. Bapak-bapak Ariesandi dan Sukarto, Kami mendaftar sebagai anggota
Kepada: Bpk Ariesandi dan Sukarto
Sumber Cerita: Aku Baik-baik Saja – Buku Chicken Soup for the Parent’s Soul
Seperti yang telah saya tulis di artikel sebelumnya
Jika Anda sudah membaca artikel sebelumnya mengenai
Pak Ariesandi Yth.,
Manakah yang lebih penting menurut Anda : Orangtua yang merasa mencintai anaknya atau Anak yang merasa dicintai orangtuanya ?
Setiap anak memiliki bahasa cintanya sendiri-sendiri. Kalau Anda belum pernah mendengar istilah bahasa cinta, saya berikan ilustrasi. Bayangkan Anda bertemu dengan orang Jepang yang tidak bisa bahasa Indonesia dan Anda juga tidak mengerti bahasa Jepang, mulailah
Sumber Cerita : Botol Acar – Buku Chicken Soup for the Parent”s Soul
Antara menjaga keselamatan anak dan terlalu protektif terdapat batas yang tipis. Orangtua yang berhasil adalah yang tahu kapan harus melangkah mundur dan membiarkan anak terbang begitu dia siap. Di zaman seperti ini, rasanya semakin sulit menjaga anak agar selalu sehat dan selamat. Masih bayi dan berada di rumah sendiri pun sudah sudah dikelilingi berbagai bahaya, dari benda-benda tajam, cat yang mengandung timah, sampai virus-virus misterius penyebab penyakit berbahaya. Sejalan dengan pertumbuhan anak Anda, rasa cemas Anda juga ikut tumbuh bersamanya. Untuk tumbuh menjadi anak yang sehat sejahtera, anak Anda memerlukan perhatian dan perlindungan. Perhatian dan perlindungan yang berlebihan membuat anak sulit mengembangkan rasa percaya diri dan ketangguhan yang diperlukan di kemudian hari. Karena itu, sebagai orangtua, Anda dituntut untuk menemukan keseimbangan antara tidak melindungi, di mana anak-anak Anda mengalami sesuatu yang sebenarnya mereka belum siap hadapi. Dan terlalu melindungi, menghilangkan kesempatan penting untuk perkembangan dan meruntuhkan kemampuan mereka untuk bernegosiasi dengan tantangan-tantangan kehidupan. Perlu diingat, orangtua yang sukses adalah yang mendidik anak yang bisa mengurus dirinya sendiri. Untuk itu, Anda harus mengizinkan anak Anda menguji sayapnya. Anda tidak mendorongnya keluar dari sarang sebelum dia dipersiapkan untuk terbang. Anda juga tidak menahannya ketika dia sudah siap. Berikut langkah bijak bagi orangtua dalam memberikan perlindungan sejalan dengan pertumbuhan dan usia anak, dari Dr. Ava L. Siegler, Ph.D., ahli psikologi anak dalam buku The Essential Guide To The New Adolescence. 1. Lahir sampai 1,5 tahun : Bayi perlu keterlibatan total dari Anda Saya selalu menenangkan bayi saya kalau dia menangis. Tapi suami saya bilang, saya terlalu protektif dan bahwa saya harus membiarkannya agar lebih kuat dan tidak manja. Apakah dia benar ? Seorang bayi masih tergantung pada bujukan dan hiburan Anda untuk merasa nyaman. Mencoba bersikap lebih keras terhadap bayi bisa menimbulkan hasil yang bertentangan dengan apa yang Anda inginkan, yaitu seorang bayi yang tergantung dan rewel daripada seorang bayi yang tenang yang makin lama makin bisa berbaur dengan lingkungannya. Mendengarkan dengan cermat sinyal bayi Anda dapat membantu Anda mengetahui tingkat keterlibatan yang diperlukan dari Anda. Jika dia hanya merengek, Anda mungkin bisa menggunakan suara Anda untuk menenangkannya. (Oh, sayang, Mami ada di sini, kok. Lagi cuci piring. Mami ingat, ada anak Mami yang manis di sana.) Saat bayi Anda memulai latihan ketrampilan motoriknya (duduk, merangkak, dan berjalan) , Anda mungkin akan sulit menentukan batasan antara terlalu protektif dan tidak protektif. Bersama bayi, keamanan selalu merupakan prioritas utama, tetapi perlu diingat juga bahwa bayi perlu mengambil beberapa risiko untuk tumbuh dan berkembang. Jika anak Anda yang berusia 7 bulan berdiri dengan berpegangan pada jeruji boks, dia ingin memberitahu Anda bahwa dia sudah siap menerima tantangan fisik, walaupun dia masih perlu bantuan Anda untuk bisa duduk kembali. 2. Umur 1,5 sampai 3 tahun : Anak balita yang serba ingin tahu harus belajar berhati-hati Putri saya, 2 tahun, senang main di bak pasir di taman. Tapi menurut tetangga saya, saya harus melarangnya karena tak tahu apa yang akan ditemukannya di sana. Apakah kekhawatiran tetangga saya itu benar ? Keselamatan merupakan masalah paling penting bagi orangtua yang mempunyai anak balita di bawah 3 tahun karena kelincahan geraknya. Di saat anak balita Anda memulai penjelajahannya, Anda harus memberikan pengawasan penuh dan hati-hati. Akan tetapi, terlalu banyak ‘jangan’ pada usia anak yang masih terlalu dini dapat menghambat rasa ingin tahu yang merupakan dorongan untuk belajar, dan mempengaruhi motivasi normal yang mendorongnya untuk berprestasi. Jadi, bagaimana caranya mendorong otonomi sambil memperhatikan keselamatan anak? Salah satu solusi adalah menggunakan perkembangan kecerdasan anak Anda untuk mengajari dia tentang kehati-hatian yang wajar dan tepat. Daripada sekedar berteriak, ‘jangan!’ pada waktu anak Anda meraih cangkir, sebaiknya dapat Anda jelaskan, “Kopinya panas, bisa membuat tanganmu sakit. Sesuatu yang panas, bisa membuat kamu sakit, seperti kompor panas, cahaya lilin, dan lampu terangâ€. Jika Anda mencoba melindungi anak Anda dengan tak pernah semenit pun melepaskannya dari pengawasan Anda, berarti Anda terlalu protektif. Anda membuatnya terlalu tergantung kepada Anda untuk memproses informasi tentang keadaan sekelilingnya dan tidak mendorongnya untuk berpikir untuk dirinya sendiri melalui situasi-situasi baru. Anak-anak sama seperti kita, belajar lewat pengalaman. Cara lain dengan menciptakan lingkungan yang aman bagi anak, misalnya daripada melarangnya bermain di bak pasir, lebih baik membersihkan pasirnya dari kotoran-kotoran atau benda-benda berbahaya sebelum dia masuk ke dalam bak atau daripada berkata ‘jangan !’ setiap kali dia menarik kabel peralatan listrik, lebih baik amankan ruangan Anda sehingga anak Anda bebas menjelajahinya tanpa takut menghadapi masalah. Anak Anda akan matang lebih cepat jika Anda menyediakan beberapa peluang untuk kebebasan yang aman tetapi tetap di bawah pengawasan. 3. Umur 3 sampai 6 tahun : Anak pra sekolah harus belajar pelajaran hidup yang penting Saya khawatir, anak saya, 4 tahun, terlalu ramah. Apakah bijaksana jika saya bersikap lebih keras terhadapnya ? Pada usia ini, kepribadian anak Anda mulai terbentuk dan bisa dijadikan ukuran untuk menentukan jenis keterlibatan yang diperlukannya dari Anda. Dalam masalah fisik misalnya, anak yang berani dan tak bisa diam mungkin perlu bantuan Anda untuk belajar bagaimana cara mengendalikan dorongan-dorongannya. (Lompatan itu terlalu tinggi. Dan saya kira, kamu bisa jatuh di semen itu. Jadi, coba lompat di rumput saja). Anak penakut memerlukan dorongan Anda untuk percaya pada kemampuan fisiknya. (Lompatan itu tinggi. Tapi saya kira akan aman karena kamu akan mendarat di pasir. Kalau kamu ingin coba, saya akan menyambut kamu kalau jatuh). Dalam masalah sosial, anak pemalu mungkin perlu dorongan untuk bicara. (Pak Toni sangat senang waktu kamu menyapanya. Dia benar-benar senang sama kamu). Anak yang terlalu ramah mungkin perlu diajari untuk membatasi keramahannya. (Kamu boleh saja mengucapkan selamat pagi. Tapi tak boleh duduk di pangkuan orang yang baru dikenal) Ini merupakan usia di mana ketrampilan sosial anak Anda perlu dipoles. Dia masih memerlukan Anda untuk mengatur jadwal bermain dan aktivitas-aktivitasnya. Tapi jangan mencampuri dan mengendalikan permainan mereka. Setiap kali Anda melangkah mundur, Anda membantu anak Anda mengatur dirinya sendiri. Karena anak Anda sudah cukup besar untuk menghabiskan waktunya bersama orang dewasa lainnya (tetangga, guru, penjaga toko dan sebagainya), tapi masih terlalu mudah untuk dibohongi, ini merupakan waktu yang paling baik untuk menanamkan aturan-aturan dasar tentang keselamatan dirinya. (Jangan bicara pada orang asing, walau mereka minta bantuan sekali pun. Jangan menerima makanan atau minuman dari siapa pun yang tidak kamu kenal. Jangan berdiri di dekat pintu mobil orang asing. Jangan pergi kemana-mana dengan seseorang tanpa seizin saya, walaupun dia bilang, dia akan membawa kamu bertemu dengan saya ). Cara terbaik untuk membantu anak Anda menyerap informasi ini adalah lewat permainan peran. Tanyakan dia, misalnya ada seorang anak remaja yang tidak kamu kenal minta tolong dicarikan anak kucingnya yang hilang ? Apa yang akan kamu lakukan ? Beritahu langsung anak Anda apa yang harus dilakukannya jika menghadapi situasi ini. Cepat lari dan cari orang dewasa yang kamu kenal atau polisi. 4. Umur 6 sampai 9 tahun : Anak usia sekolah harus berpikir untuk diri mereka sendiri Waktu membantu anak kami mengerjakan pekerjaan rumah, saya jadi bertanya-tanya, apakah bantuan itu lebih banyak baiknya atau lebih banyak buruknya ? Tahun-tahun antara umur 6 dan 9 merupakan masa yang penting untuk pencapaian ketrampilan intelektual dan sosial. Saat anak masuk sekolah dasar, Anda pasti akan mendorongnya agar berusaha keras belajar dan berprestasi. Tapi ingat, anak Andalah yang kini bertanggungjawab untuk belajar, bukan Anda. Pekerjaan rumah khususnya, mungkin bisa menjadi penyebab perang antara anak yang suka menunda dengan orangtua yang pencemas. Orangtua yang terlalu ambisius untuk anaknya biasanya menjadi cemas dengan kinerja anaknya sampai akhirnya mereka mengerjakan tugas-tugas anaknya. Hal ini tidak hanya membuat anak merasa usahanya tidak ada harganya, tetapi juga membuat gurunya jadi tidak mengetahui perkembangan anak yang sebenarnya. Yang mana yang belum dimengerti dan mana yang sudah. Ini juga merupakan waktu bagi Anda untuk tidak lagi mengatur waktu main atau main dengan siapa. Dorong anak Anda untuk membuat rencananya sendiri. ( Ada film baru di mall. Kenapa kamu tidak ajak Tessa untuk nonton bersama kita ? Sesudah itu, kita bisa makan pizza bersama ). Dengan cara ini, pesan yang ingin Anda sampaikan adalah bahwa ini waktu untuknya untuk mengatur hidupmu sendiri dan menjalankan segalanya untuk diri sendiri. 5. Umur 9 sampai 12 tahun : Anak pra remaja menantang perlindungan Anda Anak saya, umur 10, senang masuk ruang internet dan saya khawatir, dia melihat sesuatu yang tak pantas. Apakah saya harus membatasi atau melarangnya ? Menurut Dr. Ava, saat anak mendekati masa remaja, adalah normal jika mereka menolakusaha Anda untuk melindungi mereka. Mereka bukannya mau melawan, tapi latihan mengatur diri sendiri tanpa campur tangan Anda. Suatu perkembangan yang penting sebagai langkah menuju otonomi masa dewasa. Anda tetap harus memberikan perhatian pada masalah internet yang terus membayang-bayangi kehidupan anak pra remaja karena terlalu banyak stimulasi tanpa pembatasan atau larangan, sehingga mereka mereka bisa dengan bebas melihat apa yang mereka inginkan. Memang, Anda bisa membeli perangkat lunak untuk menyaring informasi-informasi elektronik yang berbahaya, tetapi cara terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengusahakan agar anak pra remaja Anda menggunakan internet untuk sesuatu yang berguna, atau paling tidak untuk sesuatu yang pantas dan wajar. Pada masa ini, melebihi masa sebelumnya, Anda harus mengemukakan harapan-harapan Anda pada anak-anak Anda, menegaskan kembali nilai-nilai dan standar-standar Anda. Tetapi tetap penting untuk membiarkan anak pra remaja Anda mengambil peluang dan kemungkinan berbuat salah. Banyaknya jumlah perlindungan yang sering diikuti dengan sedikitnya jumlah kebebasan pada usia ini bisa menimbulkan tindakan yang oleh Dr. Ava disebut lie or defy (berbohong atau menentang). Pembatasan yang tidak masuk akal bisa membuat anak Anda menghindar atau tak mau mengakui perbuatannya secara terbuka. Hal ini bisa menciptakan suasana saling tidak percaya dan konflik dalam keluarga. Yang lebih buruk lagi adalah, terlalu memberikan perlindungan pada usia ini bisa mengakibatkan anak pra remaja yang begitu bergantung pada keluarganya, sampai tak bisa berpisah dari keluarganya. Terlebih lagi, tak bisa menciptakan hubungan baru dengan anak-anak seusianya atau membangun karakter yang merupakan perkembangan wajib yang penting pada masa remaja. Jadi menurut Anda, apakah Anda orangtua yang terlalu protektif ? Hanya Anda yang tahu jawabannya. Semoga bermanfaat. Komentar dan masukan tentang artikel ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang. Silakan isi form komentar di bagian bawah. Terimakasih sebelumnya !