ArtikelParenting

Rahasia Membuat Anak Ketagihan Belajar

Artikel ini sengaja dibuat karena ada begitu banyak email menanyakan kapan seminar dengan judul ini dibuat di beberapa kota besar. Secara pribadi saya harus meminta maaf karena keterbatasan waktu dan tenaga sehingga tidak bisa melayani setiap permintaan. Sebagai gantinya telah ada CD dengan judul yang sama “Rahasia Membuat Anak Ketagihan Belajar” yang bisa dipesan melalui sekolahorangtua.com. Dan sekarang saya juga akan membahasnya melalui artikel berikut ini walau hanya intisarinya. Namun semoga intisari ini bisa ditangkap dan diaplikasikan oleh para orangtua terutama yang sudah membaca buku “Rahasia Mendidik Anak agar Sukses dan Bahagia”. Selamat menjadi orangtua terbaik bagi anak Anda!

” RAHASIA MEMBUAT ANAK KETAGIHAN BELAJAR “

Seorang ibu mengeluh pada temannya “Aduh gimana nih, nilai anakku kok merosot terus dari hari ke hari?” sementara temannya juga mengatakan hal yang mirip “Ia susah banget ya memotivasi anak-anak kita untuk suka belajar, kalau main game saja yang gak perlu diminta?”

Satu ibu lagi datang dengan muka yang tak kalah masamnya mengatakan “Kalau anakku sih masalahnya lain lagi, ia bisa belajar sih kalau sudah waktunya walau agak cemberut, tapi herannya ya mengapa sewaktu di rumah bersama guru lesnya mengerjakan latihan bisa tapi kok waktu tes hasilnya jelek lagi jelek lagi”.

Apakah Anda sering mengalami hal-hal seperti itu? Mengapa belajar menjadi sesuatu yang berat – bahkan momok bagi sebagian anak – dan rasanya tak menyenangkan bagi sebagian besar anak-anak kita? Banyak orangtua dan guru meyakini bahwa anak-anak itu sebenarnya tidak bodoh dan harusnya bisa mendapatkan nilai bagus tetapi mengapa belajar jadi begitu berat dan  menyusahkan?

Sebagai seorang hipnoterapis keluarga saya sering mendapatkan keluhan semacam di atas dari para orangtua. Jika menyangkut anak-anak maka sebagian masalah yang hendak dikonsultasikan adalah motivasi dan inisiatif belajar. Secara pribadi saya mendalami masalah ini sejak 1995 saat berkutat dengan puluhan anak dari SD hingga SMU setiap sore untuk membantu mereka memecahkan masalah pelajarannya di sekolah. Saya pun meyakini bahwa semua anak-anak itu memiliki otak yang encer sampai-sampai saya khawatir karena encernya otak itu bisa meleleh keluar melalui hidung dan telinganya!

Apa yang saya dapatkan dari pengalaman membantu anak-anak tersebut sebenarnya telah saya tuangkan dalam sebuah kursus yang diberi nama Mathemagics – yang telah tersebar di berbagai kota besar di Indonesia termasuk juga di Jakarta. Namun demikian banyak orangtua yang tetap berusaha mencari saya untuk mengajari anaknya dan menerapi mereka secara langsung.

Sebenarnya permasalahan yang ada tidaklah terlalu rumit jika kita mau sedikit melihat dan merasakan apa yang dirasakan anak-anak kita. Setiap anak yang normal tentu juga ingin nilai akademiknya bagus. Tak ada seorang anakpun yang ingin nilainya jelek dan mengikuti remidi berkali-kali.

Justru sikap kita sebagai orangtua yang terkadang kurang mendukung dengan membuat situasi hati anak kita menjadi makin keruh dan tidak kondusif untuk mencapai prestasi bagus di sekolahnya.

Salah satu hal penting dan mendasar adalah rasa aman. Rasa aman mendasari motivasi setiap anak bahkan setiap orang dewasa. Dengan rasa aman inilah kita akan memiliki motivasi. Jangan mengharapkan adanya motivasi jika rasa aman tak terpenuhi.

Sebagai pendiri kursus Mathemagics saya sering meminta pengelola kursus bahkan juga instruktur di sana untuk mengingatkan orangtua tentang hal ini. Namun seringkali orangtua hanya menuntut nilai baik tanpa peduli apa yang dirasakan sang anak tercinta. Anak-anak seakan hanya menjadi simbol kebanggaan dari orangtua yang tak mau repot.

Suatu kasus terjadi saat seorang anak keluar dari ruangan kursus Mathemagics dan langsung disambut orangtuanya dengan serentetan pertanyaan yang diarahkan pada instrukturnya “Bagaimana Miss, dia tidak bisa lagi ya? Dasar memang anak aneh. Ya begitu itu Miss dia ini. Kalau di rumah juga begitu. Lemot dan tak punya gairah!”.

Sang instruktur yang hilang kesadaran sesaat mengatakan “Lho dia ini anak hebat lho Bu. Tadi dia bisa menjawab semua beste online casino pertanyaan dengan bagus lho!” Dan rupanya sang ibu tidak puas dengan jawaban tadi dan mengatakan “Alaa … jangan digitukan dia Miss. Nanti besar kepala. Kalau memang harus diberi PR yang banyak silakan aja Miss biar tidak malas!”

Saya tak akan membahas percakapan di atas dari teori yang muluk-muluk, cukup Anda bayangkan bagaimana perasaan Anda jika posisi Anda sebagai sang anak. Terlepas dari maksud baik si orangtua yang ingin memotivasi anaknya – mungkin orangtua si anak diperlakukan begitu juga oleh orangtuanya dan orangtuanya juga diperlakukan begitu oleh orangtuanya lagi – namun cara ini  sungguh sangat melukai hati si anak. Bagaimana motivasi belajar bisa tumbuh jika tak ada penghargaan dan rasa aman untuk bertindak? Mimpi kali ye!

Terdapat hubungan yang sangat erat antara prestasi akademik dengan motivasi belajar. Dan terdapat hubungan yang sangat erat pula antara motivasi belajar dengan rasa aman dan konsep diri yang baik. Sejak saya memahami hal ini maka setiap instruktur Mathemagics diwajbkan untuk menjaga hal tersebut pada diri seorang anak. Karena itulah esensi dasar sebuah pendidikan. Memberikan bekal pengetahuan yang baik melalui sebuah proses mental dan psikologis  yang benar.

Ingatlah nilai baik hanya bisa dicapai melalui belajar. Belajar bisa terjadi jika ada motivasi. Dan motivasi bisa muncul jika ada perasaan mampu dalam diri sendiri. Selanjutnya perasaan mampu dalam diri berakar dari harga diri yang sehat dan harga diri yang sehat berawal dari adanya rasa aman dan rasa diterima sebagai seorang individu yang unik.

Siapakah yang bisa membuat seorang anak merasa aman, merasa dicintai dan merasa diterima? Orangtua. Orangtua memegang peranan terbesar dalam hal ini. Memang guru dan teman juga memiliki pengaruh namun tak sebesar pengaruh orangtua. Karena interaksi anak dengan orangtuanya telah dimulai sejak bayi sebelum adanya teman-teman dan guru si anak.

Saya mendorong para orangtua melakukan introspeksi terhadap cara berkomunikasi dan bersikap pada anaknya. Dari pengalaman praktek terapi dan konseling yang saya lakukan sebagian besar permasalahan anak terjadi karena ketidaktahuanorangtua harus bersikap bagaimana kepada anaknya. Kebanyakan yang dilakukan adalah menduplikasi apa yang kita terima saat kita dulu masih kecil. Karena itu selain mendirikan Mathemagics sebagai sarana perbaikan konsep diri anak melalui pembelajaran matematika yang menyenangkan saya juga mendirikan sekolahorangtua.com sebagai sarana belajar bagi para orangtua untuk meningkatkan kemampuan sebagai orangtua maupun individu.

Semoga artikel ini memberikan wawasan baru dalam penanganan masalah belajar anak-anak tercinta kita.

Jika Anda membutuhkan hal-hal yang lebih mendetail berkaitan dengan artikel di atas silakan baca buku “Rahasia Mendidik Anak agar Sukses dan Bahagia” atau CD yang terkait adalah “Rahasia Membuat Anak Ketagihan Belajar” dan “Tangki Cinta Anak”

salam hangat penuh cinta untuk Anda sekeluarga

Ariesandi S.,CHt.

Related Articles

17 Comments

  1. Terima kasih banyak pak ariesandi, saya sudah membaca buku tanki cinta dan Mendidik Anak Agar Sukses da bahagia serta DVD-nya. Pelan-pelan saya pelajari dan terapkan kepada anak saya. Alhamdulilah mulai ada perubahannya. terutama yang sudah kelas IV. yang kelas II SD masih sedikit perubahannya, barangkali mesti sabar karena karakternya yang berbeda. Terima kasih banyak….buat ibu-ibu muda buku2 di atas isinya bagus sekali, pasti tidak akan mengecewakan.
    Anti

  2. saya mau beli Dvd rahasia anak ketagihan belajar.bagaimana caranya?saya memerlukan sekali Dvd tsb,karena anak saya yg di Smp klas 3,malas belajar.terima kasih.

  3. Saya punya anak 4 orang pak yang laki2 smuanya malas untuk membaca dan belajar,pada intinya mereka maunya main aja.segala cara dan kata2 yang saya pakai.gimana lagi sy mau mendorong anak saya untuk belajar dan punya pikiran untuk masa depanya…??? makasi pak.di pekan baru ada ngak pak sekolah dan buku yang tertera di atas.

  4. Terimakasih pak Ari, untuk sekolah orang tua-nya yang senantiasa menyadarkan kita untuk memberikan hak anak sebaik-baiknya.
    Salam Sukses

  5. Dimana ya saya bisa beli DVD rahasia anak ketagihan belajar & kalau saya minta alamat Mathemagics dibuka dikota mana aja ?

    trims

  6. Saya ingin mendapatkan pelatihan melalui email karena saya di Banyuwangi dan saya belum bisa meninggalkan pekerjaan saya dalam beberapa hari untuk mengikuti kelas di Surabaya, bisa ?

  7. saya seorang ibu yg cepat emosi sama anak , gimana cara saya ngatasi itu, jika ada seminarnya , dimana dan kapan, (saya tinggal di makassar)

  8. ass. kalo sekolahorangtua buat kegiatan di banda aceh, tlg hubungi saya ya?i things all great article.tq

  9. Wss, Nismawarni.

    Terima kasih untuk kesediaan ibu selalu belajar dan update pengetahuan.
    Semoga SO dapat mampir di Aceh untuk mengadakan seminar.

  10. terimakasih atas segala informasinya semoga dapat menjadi modal kita semua untuk mendidik anak-anak kita, amin.

  11. saya sebagai anak, juga memiliki kendala dalam belajar, khususnya menghafal-> biologi dan kimia. aku sma 12ipa. jika dilihat dr sudut pandang anak, apakah solusi yg bisa anak perbuat? apa yg seharusnya aku perbuat demi perbaikan motivasi belajarku, khususnya di bidang kimia dan biologi? terima kasih banyak.

  12. Hai Rendy,

    Seneng banget bisa berkenalan dengan Rendy, yang ternyata masih kelas 12 IPA tapi punya semangat belajar tinggi tentang kehidupan.

    Rendy memilih jurusan IPA pasti sudah paham resikonya bukan ?
    di IPA akan bertemu kimia dan biologi.
    Saya menduga Rendy lebih memilih IPA daripada memilih IPS karena di IPS bakal ketemu hafalan yang lebih banyak bukan ?

    Jadi poin pertama adalah syukuri dulu tentang isi IPA yg hafalannya cuman 2 dan mau menerimanya sebagai bagian dari konsekuensi atas pilihan.

    poin kedua, gunakan teknik teknik menghafal yang ada di pasaran misal jembatan keledai, spider web dll.

    ketiga, kurangi menghafal tapi dimengerti isi materi yang dipelajari. Dengan membuat diri mengerti maka beban menghafal akan berkurang dengan sendirinya. misal jika belajar tentang anatomi tubuh, kaitkan dengan tubuh diri sendiri. Jika belajar tentang zat zat kimia, kaitkan dengan benda sehari-hari yang mengandung unsur itu.

    keempat, jalani aja masa belajar kimia dan bio… toh nanti kalau Rendy udah lulus, materi ini jarang banget dipakai lagi kecual kalo memang Rendy berminat untuk menjadikan biologi dan kimia sebagai ladang berkarya.

    Kalau uda seumuran Rendy, motivasi belajar itu uda berasal dari dalam diri sendiri. peran ortu udah sangat kecil banget. Kalau Rendy masih SD, peran orangtua masih sangat berpengaruh dalam memotivasi anak.

    Selamat belajar ya…
    Masa sulit di SMU akan menjadi kenangan kok…
    enjoy menikmati sulitnya kimia dan bio, itu kunci untuk bisa menjalaninya.

    * Salam dari Pak Aries

Back to top button
Close
Close